• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Iran Gerak Cepat Respon Keinginan Luhut Agar Indonesia Buat Senjata Nuklir

by Redaksi Asiatoday
February 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Iran Jajaki Kerja Sama Pertahanan dengan Indonesia

Pemerintah Iran. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hanya dalam sehari setelah Menko Maritim dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan keinginannya agar Indonesia membuat senjata nuklir, Iran langsung memberi respon.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik gagasan itu.

“Hari ini saya membaca suatu berita yang menjelaskan bahwa yang terhormat Bapak Luhut Pandjaitan menyampaikan pandangannya ketika beliau menghadiri pertemuan di Davos, yaitu kalau tidak ada senjata nuklir tidak dianggap,” ujar Azad kepada media pada Selasa malam (4/2/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Ketika ditanya soal pernyataan Luhut itu, Dubes Azad mengatakan bahwa Iran siap membantu Indonesia mengembangkan nuklir dengan syarat untuk tujuan damai.

“Untuk aktivitas nuklir damai, kami siap. Mengapa tidak bersama Indonesia. Apalagi sebagai saudara sesama negara Muslim, seperti yang saya sempat katakan, hubungan Indonesia dengan Iran sudah terjalin berabad-abad. Jadi mengapa tidak?” ujarnya.

Azad menyebut, Iran adalah salah satu dari sedikit negara yang mampu memproduksi nuklir. Ia berkata pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei sejatinya mengharamkan nuklir, tetapi Iran mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.

Dubes Azad mengatakan, kegiatan nuklir Iran 100 persen damai dan sesuai aturan internasional. Nuklir Iran pun dikembangkan oleh anak muda alias generasi milenial.

Lebih lanjut, sang dubes juga membantah narasi Iranfobia yang menyebut senjata nuklir negaranya dipakai untuk mendominasi.

Menurut Dubes Azad, kemampuan teknologi nuklir adalah bukti kapabilitas sains sebuah negara.

“Ketika anda menguasai teknologi nuklir secara otomatis anda mengirimkan sinyal ke negara-negara dunia bahwa anda memiliki kemampuan menguasai nuklir secara damai. Tentu ini adalah sinyal kuat bahwa kemampuan ilmuan dan pengalaman anda sudah bisa menguasai nuklir secara damai,” ujarnya.

Sebelumnya, ketika berada di Davos, Menko Luhut mengaku dirinya memberanikan diri untuk menghampiri para jendral AS meski diremehkan.

Dia memperkenalkan diri dan menyampaikan kalau dirinya juga seorang jenderal lulusan Amerika. Luhut juga mengatakan negaranya memiliki kekayaan yang berlimpah ruah.

“You know what? Saya bilang, negara kami punya semua,” kata Luhut pada salah satu jenderal itu.

Sepulangnya dari Davos, Menko Luhut mengaku pernah mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat senjata nuklir.

Ia menjelaskan usulan ini disampaikan karena Indonesia diremehkan oleh negara-negara besar di dunia lantaran tak memiliki senjata nuklir seperti Amerika Serikat (AS), China dan Korea Utara.

Sayangnya, usul Luhut tersebut langsung ditolak oleh Presiden Jokowi. Diceritakannya, Jokowi saat itu beralasan banyak hal yang lebih penting dikerjakan untuk saat ini.

“Tapi satu ketika kami timbang-timbang juga untuk buat senjata nuklir,” tandas Luhut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Energi NuklirKerjasama Indonesia - IranLuhut Binsar PandjaitanNuklirSenjata Nuklir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.