• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sudah Dilarang, 100.000 Warga Bangladesh Tetap Hadiri Pemakaman Ulama

by Redaksi Asiatoday
April 20, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Sudah Dilarang, 100.000 Warga Bangladesh Tetap Hadiri Pemakaman Ulama

Sekitar 100.000 orang di Bangladesh menghadiri pemakaman ulama Muslim Maulana Zubayer Ahmad Ansari pada Minggu (19/4). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Meski sudah dilarang berkumpul, namun lebih dari 100.000 orang di Bangladesh tetap menghadiri pemakaman ulama Muslim Maulana Zubayer Ahmad Ansari pada Minggu (19/04) waktu setempat.

Mohammad Maunul Haque, sekretaris jenderal gabungan partai Islam, mengatakan orang – orang berjalan ke jalan-jalan di distrik Brahmanbaria dari daerah sekitarnya menentang larangan negara itu lebih dari lima orang menghadiri doa pada satu waktu untuk mencegah penyebaran covid-19.

Polisi tidak dapat menahan kerumunan setelah petugas polisi Shahadat Hossain Tipu mengatakan bahwa para pejabat mendesak keluarga Ansari untuk mengadakan pemakaman dengan hanya saudara dekat.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami tidak pernah berpikir bahwa sejumlah besar orang akan muncul pada saat ada kuncian di seluruh negeri. Mereka datang dari semua sisi bahkan melalui ladang dan rute yang biasanya tidak digunakan lainnya,” ujar Tipu melansir UPI, Senin (20/4/2020).

Juru bicara Pusat Kepolisian Bangladesh, Sohel Rana mengatakan, petugas yang bertanggung jawab dan asisten pengawas ditarik dari acara tersebut dan polisi membentuk sebuah komite untuk menentukan bagaimana pertemuan besar semacam itu diizinkan terbentuk.

Bangladesh telah mencatat 2.456 kasus Covid-19 dan 91 kematian terkait dengan virus tersebut. (ATN)

Tags: BangladeshCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.