• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ribuan Massa di Israel Tuntut Benjamin Netanyahu Ditangkap

by Redaksi Asiatoday
April 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan Massa di Israel Tuntut Benjamin Netanyahu Ditangkap

Aksi demonstrasi di Israel. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Ribuan warga Israel berdemonstrasi melawan perdana menteri Benjamin Netanyahu, Minggu (19/4/2020) waktu setempat. Demonstrasi berlangsung ditengah pembatasan ketat (lockdown) pandemi coronavirus (Covid-19).

Para demonstran menggelar aksi sambil mengenakan masker wajah, mengibarkan bendera hitam dan melakukan jarak dua meter. Mereka menurut Netanyahu segera mundur dan segera ditangkap karena korupsi.

Netanyahu, yang menyangkal melakukan kesalahan, berada di bawah dakwaan pidana dalam tiga kasus korupsi.

RelatedPosts

Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong

Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

Ia juga menegosiasikan kesepakatan pembagian kekuasaan dengan saingannya, Benny Gantz untuk membentuk pemerintah koalisi yang akan mengakhiri satu tahun kebuntuan politik di negara itu.

Demonstrasi diperbolehkan di bawah pembatasan virus corona Israel, selama demonstran menjaga jarak satu sama lain dan mengenakan masker wajah.

Di bawah panji “Selamatkan Demokrasi,” para pengunjuk rasa meminta partai Gantz Biru dan Putih untuk tidak bergabung dalam koalisi yang dipimpin seorang perdana menteri yang dituduh melakukan korupsi.

Gantz sudah berkampanye untuk pemerintahan yang bersih, tetapi mengatakan bahwa krisis virus corona telah memaksanya untuk kembali pada janji pemilihannya.

Seorang juru kamera Reuters memperkirakan bahwa beberapa ribu demonstran menghadiri rapat umum di Lapangan Rabin Tel Aviv. Media Israel menyebutkan sekitar 2.000 orang.

Israel melaporkan lebih dari 13.000 kasus virus korona dan 172 kematian.

Penguncian di beberapa wilayah membatasi sebagian besar warga Israel ke rumah mereka, memaksa bisnis tutup dan mengirim pengangguran menjadi sekitar 26 persen. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19IsraelTel Aviv
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • A Different Kind of Hero: Ringgo Brings Authentic Down Syndrome Representation to Tanah Runtuh
  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.