• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ingatkan Pasien Sembuh Covid-19 Berpotensi Tertular Kembali

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa belum ada bukti bahwa pasien virus corona yang sudah pulih tidak akan tertular lagi.

WHO mengeluarkan pernyataan pada Jumat setelah beberapa pemerintah menawarkan bahwa pasien pulih Covid-19 dapat diberikan kebebasan untuk kembali melakukan perjalanan atau “sertifikat bebas risiko” untuk kembali bekerja.

Secara umum, sistem kekebalan menciptakan antibodi dari melawan infeksi, yang menurunkan risiko infeksi ulang, tetapi masih harus dilihat apakah itu berlaku untuk virus corona baru.

RelatedPosts

Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval

ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties

World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan

“Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari COVID-19 dan memiliki antibodi dilindungi dari infeksi kedua,” demikian pernyataan WHO dilansir UPI, Minggu (26/4/2020).

Badan PBB menambahkan bahwa jika orang menerima sertifikat semacam itu, mereka “mungkin mengabaikan saran kesehatan masyarakat,” dan “meningkatkan risiko penularan yang berkelanjutan.”

Diantara pemerintah yang merekomendasikan langkah-langkah tersebut, Chili mengumumkan rencana untuk mengeluarkan “paspor kekebalan” kepada orang-orang yang telah pulih dari virus sehingga mereka dapat kembali ke kegiatan normal.

Di Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci , direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, menyarankan awal bulan ini bahwa metode mengidentifikasi orang yang telah pulih atau divaksinasi dapat berguna di Amerika Serikat.

Banyak negara telah mulai menguji antibodi di daerah yang paling berisiko, seperti New York, yang menggenjot pengujian awal pekan ini.

Data telah memberikan informasi tentang persentase orang dengan antibodi, tetapi tidak apakah mereka kebal terhadap infeksi sekunder.

WHO mengatakan bahwa pihaknya terus menganalisis bukti tentang tanggapan antibodi terhadap infeksi Covid-19 dan akan diperbarui ketika bukti baru tersedia. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.