• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Boeing Siap Kirim Lebih dari 1.000 Misil ke Arab Saudi

by Redaksi Asiatoday
May 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Boeing Siap Kirim Lebih dari 1.000 Misil ke Arab Saudi

Aircraft manufacturer from the United States, Boeing. Doc

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Perusahaan penerbangan yang berbasis Amerika Serikat, Boeing, telah mendapat dua kontrak bernilai diatas USD2 miliar atau Rp29,752 triliun untuk pengiriman lebih dari 1.000 misil ke Arab Saudi. Misil yang akan dikirim meliputi dua tipe, yakni udara-ke-darat dan anti-kapal.

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menyebut, kontrak pertama bernilai USD1,97 miliar atau Rp29,306 triliun ditujukan untuk modernisasi misil jelajah SLAM ER dan juga pengiriman 650 misil.

“Kontrak ini merupakan bagian dari dukungan AS terhadap Pemerintah Arab Saudi,” ujar Pentagon, melansir NDTV.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kontrak pertama diproyeksikan berakhir pada Desember 2028 untuk SLAM ER, sebuah misil tipe udara-ke-darat yang memiliki jarak tempuh hingga 290 kilometer.

Pentagon juga mengumumkan kontrak kedua bernilai lebih dari USD650 juta atau Rp9,6 triliun untuk pengiriman 467 misil anti-kapal Harpoon Block II. Lebih dari 400 akan dikirim ke Saudi, sementara sisanya ke Brasil, Qatar dan Thailand.

Peralatan pendukung lainnya, juga akan dikirim AS ke India, Jepang, Belanda, dan Korea Selatan.

Dalam pernyataan terpisah, Boeing mengatakan dua kontrak ini akan memastikan kelanjutan program Harpoon hingga 2026 dan juga menghidupkan kembali produksi SLAM ER.

Boeing terakhir kali mengirimkan sistem senjata SLAM ER pada 2008. Seorang juru bicara Boeing mengatakan total nilai kedua kontrak, dan juga beberapa pemesanan sebelumnya, mencapai USD3,1 miliar atau setara Rp46,1 triliun.

Nama Boeing sempat menjadi sorotan global pada 2018-2019 atas dua kecelakaan fatal pesawat maskapai Lion Air dan Ethiopian Air. Salah satu tipe pesawat Boeing, yakni Boeing 737 Max 8, dikandangkan karena beberapa sistemnya dinilai bermasalah dan berkontribusi pada jatuhnya kedua pesawat tersebut. (ATN)

Tags: Amerika SerikatArab SaudiBoeing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.