• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Laut China Selatan Memanas, Indonesia Amankan Perairan Natuna dan Perbatasan

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Laut Natuna Diincar Asing?

Patroli TNI Angkatan Laut di Laut Natuna Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika dan China di Laut China Selatan membuat negara-negara ASEAN siaga, termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD telah menginstruksikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang baru, agar menjadikan wilayah perairan Natuna dan daerah perbatasan sebagai perhatian khusus.

KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pekan lalu. Seminggu berselang, keduanya melakukan pertemuan dengan Menkopolhukam.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dalam pertemuan tersebut, Mahfud MD meminta kepada KSAL agar Natuna menjadi perhatian khusus. Dia juga meminta agar pasukan TNI AL terus meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut, khususnya oleh Pangkogabwilhan 1.

“Saya berpesan agar TNI AL memperhatikan keamanan aktivitas nelayan-nelayan kita di Natuna, dan agar KSAL baru terus mencari terobosan dan kreativitas dalam upaya mempertahankan kedaulatan di laut,” kata Mahfud melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/5/2020).

Sementara itu, Menko Mahfud meminta agar KSAU terus memperkuat pengamanan wilayah udara di perbatasan.

“Di tengah keterbatasan sumber daya yang tidak ideal, sungguh butuh pengabdian tinggi untuk dapat menjaga kedaulatan di udara. Harapan saya TNI AU tetap menjaga daya juang,” jelas Mahfud.

Di sisi lain, Menkopolhukam mengapresiasi kedua KSAL dan KSAU. Mereka dinilai telah berpengalaman dalam menjaga wilayah.

Yudo Margono sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I. Adapun Fadjar Prasetyo sebelumnya menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II. (ATN)

Tags: KemenkopolhukamLaut China SelatanNatunaTNITNI AUZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.