• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lambat, Uji Spesimen Covid-19 di Indonesia Belum Capai Standar WHO

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rapid Test di Jakarta : Dari 10.459 Orang, 121 Orang Positif Covid-19

Rapid Test coronavirus. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatat, rasio uji spesimen coronavirus (Covid-19) di Indonesia masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kendati terjadi peningkatkan signifikan dalam satu pekan terakhir.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa, pada 19 Mei 2020, Indonesia mencatat rasio uji spesimen sebesar 743 per 1 juta penduduk. Adapun, saat ini telah mencapai 967 per satu juta penduduk.

“Ini belum cukup karena persyaratan yang diminta oleh WHO itu adalah 1 orang per 1.000 penduduk per minggu,” terang Monoarfa usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Rabu (27/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Indonesia mencatat pasien pertama Covid-19 sekitar 12 minggu lalu atau awal Maret 2020. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan WHO tersebut, seharusnya Indonesia telah merampungkan tes terhadap 324.000 spesimen.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima Bappenas, per 27 Mei 2020, tes berbasis PCR telah dilakukan kepada 264.098 spesimen.

Namun bila dilihat per wilayah, DKI Jakarta telah memenuhi ketentuan WHO dalam hal uji spesimen. Bila mengacu pada ketentuan WHO, Jakarta harus sudah melakukan tes Covid-19 terhadap 120.000 spesimen.

“Realitasnya, Jakarta sudah dites di atas 120.000, kira-kira sekitar 132.000, jadi dengan kapasitas 3.100 per hari uji tes di Jakarta,” papar Suharso.

Secara akumulasi nasional, sekitar 140.000 tes dilakukan di luar DKI Jakarta. Hal ini merupakan pekerjaan rumah pemerintah untuk memenuhi ketentuan rasio uji spesimen WHO.

Bappenas juga mencatat beberapa negara lain yang belum mampu memenuhi kriteria rasio uji spesimen WHO. Satu di antaranya adalah Brasil, dimana baru mencapai sekitar 30 persen dari jumlah yang diharapkan WHO.

Bila menggunakan rumus rasio uji spesimen WHO, Brazil seharusnya sudah melakukan tes terhadap 2,5 juta spesimen. Namun pada kenyataannya, negara ini baru melakukan tes terhadap 817.000 spesimen.

Begitu pula dengan India yang melaporkan pemeriksaan terhadap 3,12 juta spesimen. Padahal seharusnya negara ini telah memeriksa 16 juta spesimen.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo masih menagih target uji spesimen Covid-19 mencapai 10.000 per hari.

“Target uji spesimen, 10.000 perhari yang sudah saya berikan target beberapa bulan lalu agar ini dikejar, sehingga ada sebuah kecepatan,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference, Rabu (27/5/2020).

Jokowi meminta agar Indonesia dapat melakukan uji spesimen 10.000 per hari sejak dua bulan lalu. Namun, hingga pekan lalu target tersebut dapat dikatakan belum sepenuhnya tercapai. (ATN)

Tags: BappenasCorona IndonesiaCoronavirusCOVID-19Presiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.