• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Psywar, Kapal Perang AS dan China Nyaris Bertabrakan di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Psywar, Kapal Perang AS dan China Nyaris Bertabrakan di Laut China Selatan

Kapal Perang Amerika dan China yang nyaris bertabrakan di Laut China Selatan. Foto :USN GIA GCAPTAIN

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi di Laut China Selatan kian tegang.

Ketegangan terjadi saat Kapal perang Amerika Serikat (AS) dan China nyaris bertabrakan di Laut China Selatan. Posisi kedua kapal perang tersebut hanya berjarak 100 meter.

“Peristiwa semacam itu menunjukkan kurangnya kepercayaan politik antara kedua militer,” kata seorang sumber dari militer China pada South China Morning Post, Selasa (16/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kejadian itu terjadi bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antar kedua negara di kawasan. Baik Amerika maupun China telah sama-sama meningkatkan kehadirannya di wilayah yang di sangketakan banyak negara itu.

Amerika baru-baru ini mengoperasikan dua kapal induknya di daerah itu, yaitu USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz. Sementara China juga melakukan hal yang sama. Dua kapal induk milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China, Liaoning dan Shandong, telah beroperasi di kawasan.

Kendati kejadian hampir tabrakan tersebut dianggap banyak pihak sebagai ajang unjuk kekuatan masing-masing kapal, namun analis khawatir kecelakaan sesungguhnya mungkin terjadi dan pada akhirnya memicu lahirnya konflik militer.

“Perilaku provokatif semacam ini sepenuhnya didorong oleh kebutuhan politik yang ditujukan untuk menunjukkan tekanan dan menunjukkan kekuatan.” kata Hu Bo, direktur Pusat Studi Strategi Kelautan di Universitas Peking.

“Tapi itu bisa menjadi kecelakaan dan menyebabkan konflik skala kecil dan dapat dikendalikan dengan rekan-rekan China mereka.” tambahnya. “Namun, bagaimana Anda bisa memprediksi dan mengendalikan konsekuensi dari perang?”

Aksi kapal perang Amerika-China itu juga mendapat kecaman dari Lu Li-Shih, mantan akademi angkatan laut di Taiwan. Lu mengatakan bahwa semua kapal angkatan laut harus menerapkan kode angkatan laut untuk pertemuan yang tidak direncanakan di laut untuk menghindari konflik.

Dia mendesak agar perwira angkatan laut China dan AS membuat pelatihan untuk memastikan pertemuan itu tidak terjadi.

“Kapal perang seharusnya hanya berjarak 100 meter untuk pengisian bahan bakar atau pelatihan.” jelasnya.

“Langkah berisiko seperti itu terjadi ketika kedua belah pihak melakukannya dengan sengaja.” (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.