ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) hingga kini masih mengalami pelonjakan di beberapa negara.
Kendati demikian, beberapa negara di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan telah memperlonggar kebijakan karantina wilayah mereka yang diketahui sudah diberlakukan selama kurang lebih tiga bulan.
Melansir South China Morning Post, saat ini China dikabarkan mengalami puncak Covid-19 yang kedua.
Pemerintah Beijing, China baru-baru ini melaporkan setidaknya 184 pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 sejak pekan lalu.
Pemerintah China pun kini membatalkan sejumlah penerbangan domestik, dan kembali memberlakukan karantina di beberapa wilayah.
Menurut para pakar di China, pemerintah daerah tampaknya lebih siap untuk menghadapi puncak kedua penyebaran Covid-19 dibandingkan pada saat awal virus tersebut menyebar.
Pakar epidemiologi dan Ketua Masyarakat Mikrobiologi Klinik dan Infeksi Asia-Pasifik, Paul Ananth Tambyah mengatakan, terdapat beberapa negara yang akan mengalami puncak Covid-19 kedua.
Paul menjelaskan, negara yang berisiko mengalami puncak penyebaran Covid-19 kedua adalah mereka yang masih memiliki kasus tambahan ratusan hingga ribuan per harinya.
India merupakan salah satu negara di Asia yang disebut Paul sangat berisiko mengalami puncak penyebaran Covid-19 gelombang kedua.
Pada Jumat, 19 Juni 2020 lalu, India mencatat tambahan kasus tertinggi per harinya yang mencapai angka 13.586, sehingga total keseluruhannya menjadi 380.532.
India juga diketahui merupakan negara yang mencatat kasus Covid-19 terbanyak keempat di dunia, setelah Amerika Serikat, Brasil dan Rusia.
Kemudian, Paul juga menyebut Pakistan akan menjadi negara paling berisiko mengalami puncak kedua penyebaran Covid-19.
Diketahui, Pakistan mencatat total kasus keseluruhan hingga 165.062 pada Jumat, 19 Juni 2020 kemarin, dengan kematian mencapai 3.229 orang.
Selain itu, Paul juga menyebut Indonesia memiliki risiko yang sama. Pasalnya, Indonesia melaporkan adanya penambahan kasus sebanyak 1.331 orang dalam 24 jam pada Kamis (18/6/2020) lalu.
Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesiadalam sehari.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah mencatat sebanyak 45.891 warganya terinfeksi Covid-19, dengan total kasus kematian mencapai angka 2.465.
Paul juga menjelaskan, selama pandemi Covid-19 masih menyebar secara signifikan, negara-negara yang diyakini kondisinya mulai membaik sudah kembali bersiap atas kemunculan puncak penyebaran gelombang kedua.
Sementara itu, hingga saat ini pandemi Covid-19 sudah menyebar ke lebih dari 200 negara di seluruh dunia.
Secara global, pandemi Covid-19 sudah menginfeksi sebanyak 8.938.672 orang, dengan 467.114 di antaranya meninggal dunia dan 4.752.539 lainnya dinyatakan sembuh. (ATN)
