• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IHME Prediksi 40.000 Kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga 1 November

by Redaksi Asiatoday
July 11, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Covid-19 di Indonesia: 18.010 Terinfeksi, 1.191 Meninggal

Pemakaman jenazah Covid-19 di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, SEATTLE – Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Seattle memproyeksikan 41,089 kematian (kisaran 16,355 hingga 109,761) akibat Covid-19 akan terjadi di Indonesia hingga 1 November 2020.

Proyeksi ini mengasumsikan bahwa Indonesia akan memberlakukan atau mempertahankan pembatasan sosial ketika kematian per hari mencapai 8 per satu juta orang.  

Jika penggunaan masker ditingkatkan menjadi 95 persen, misalnya dengan kepatuhan seluruh masyarakat terhadap Protokol Kesehatan yang diwajibkan Pemerintah, maka jumlah kematian dapat dikurangi menjadi 17,840 (9,588 hingga 35,700).  

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Perkiraan baru ini menggarisbawahi beban penyakit COVID-19 dan penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk kita masing-masing secara aktif membantu mencegah penyebaran virus,” kata Dr. Nafsiah Mboi, mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan anggota dewan IHME saat ini, melalui keterangan tertulisnya Sabtu (11/7/2020).

“Kepatuhan mengenakan masker sangat penting dalam upaya kita bersama dan merupakan elemen dasar untuk kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Proyeksi hingga 1 November tersebut menunjukkan bahwa epidemi di Indonesia masih terus meningkat. Model ini memperkirakan bahwa kebutuhan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Indonesia akan melampaui jumlah tempat tidur yang tersedia di awal September apabila tren ini terus berlanjut. 

Dengan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mobilitas masyarakat telah berkurang 21.3 persen dibandingkan pra-COVID. Perkiraan tersebut mengasumsikan bahwa dengan kebijakan “kenormalan baru” dan pelonggaran PSBB secara bertahap, terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Indonesia dan setiap negara yang berada dalam cengkeraman pandemi ini sedang mengusahakan penyeimbangan  antara menyelamatkan Kesehatan masyarakat dan memampukan Pemulihan ekonomi” kata Direktur IHME, Dr. Christopher Murray.

“IHME akan terus bekerja sama erat  dengan organisasi-organisasi di seluruh dunia dalam mengembangkan proyeksi untuk skenario-skenario yang spesifik untuk masing-masing negara  (country-specific). Kami menyadari bahwa  kebijakan pemerintah untuk mencegah penularan virus ini berbeda-beda untuk masing-masing negara bahkan untuk masing-masing daerah/ wilayah,” jelasnya.

Proyeksi ini didasarkan pada pemodelan IHME yang terbaru dan mencakup data sistem kesehatan, seperti rawat inap, perawatan ICU, dan kebutuhan ventilator, serta jumlah infeksi, kematian, dan prevalensi antibodi.

Faktor-faktor lainnya termasuk perkiraan jumlah tes per kapita, mobilitas per kapita, peraturan pembatasan sosial, penggunaan masker, tingkat kontak sosial, dan perubahan musiman.  

Menyadari besarnya negara Indonesia, IHME akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan organisasi lainnya untuk mengeksplorasi analisa dan proyeksi COVID-19 di level sub-nasional/ propinsi.

IHME mengapresiasi dukungan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Gugus Tugas Percepatan Penganganan COVID-19 untuk analisa ini.

Sebagai referensi, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) adalah organisasi penelitian kesehatan global yang independen di University of Washington School of Medicine, yang melakukan pengukuran yang teliti dan komparatif dari  masalah-masalah kesehatan yang paling penting di dunia, dan mengevaluasi strategi yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

IHME mempunyai komitmen untuk transparansi dan membuat informasi ini tersedia secara luas sehingga pembuat kebijakan memiliki bukti (evidence) yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. (AT Network)

Tags: Corona AsiaCorona IndonesiaCoronavirusCOVID-19IHMEInstitute for Health Metrics and Evaluation
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.