• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rencana IPC Akuisisi Pelabuhan di Luar Negeri Terhambat Resesi Global

by Redaksi Asiatoday
July 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Setelah Asia, Siantar Top Perluas Pasar Ekspor ke Afrika dan Australia

Aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto : Pelindo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rencana PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mengakuisisi pelabuhan di luar negeri terpaksa harus tertunda akibat resesi global.

Menurut Direktur Utama IPC Arif Suhartono, pandemi Covid-19 menciptakan banyak perubahan sekaligus pelajaran sehingga perusahaan harus mengubah strategi bisnis terutama dalam rencana ekspansi.

“Perusahaan membidik sejumlah pelabuhan di luar negeri seperti di Vietnam dan Bangladesh. Namun rencana akuisisi terpaksa kita tunda dulu dan akan direview kembali karena dampak pandemi juga dialami oleh kedua negara itu,” jelas Arif saat diskusi virtual, Jumat (24/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Dikatakan, fokus bisnis pelabuhan di Indonesia nilainya tidak besar, bahkan pendapatan IPC tidak lebih dari Rp13 triliun, jika dibandingkan dengan PT Pertamina yang pendapatannya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

“Memang nilai pendapatannya lebih kecil, tetapi nilai barangnya lebih besar karena satu kapal isinya bisa mencapai Rp150 miliar, sedangkan yang diambil IPC paling hanya Rp2 miliar-Rp3 miliar,” urainya.

Kedepan kata dia, fokus IPC lebih ke pengembangan domestik guna meningkatkan gairah perekonomian nasional dan tentunya, harus dilakukan penyesuaian.

“Kami akan coba memaksimalkan pelabuhan domestik, misalnya kolaborasi membangun di wilayah timur tetapi manfaatnya untuk kepentingan nasional,” paparnya.

Menurutnya, bisnis pergudangan juga potensial secara global karena banyak aktivitas produksi tetapi permintaan sedikit sehingga membutuhkan tempat penyimpanan.

“Ada kontainer impor, barangnya sudah dikeluarkan, kontainer dikembalikan ke shipping line. Ini ada sedikit perubahan model bisnis yang harus disesuaikan, ” imbuhnya. (ATN)

Tags: IPCPelabuhan IndonesiaPelindo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.