• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

India Jajaki Peluang Investasi Farmasi di Jawa Tengah

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perkuat Vokasi Industri, Kolaborasi Indonesia-Singapura Diperluas

Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Ist

ASIATODAY.ID, SEMARANG – India menjajaki peluang berinvestasi di sektor farmasi di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam rangka itu, Duta Besar India, Pradeep Kumar Rawat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,

Saat pertemuan itu, Ganjar menawarkan kawasan industri Kendal dan Batang sebagai lokasi untuk berinvestasi yang strategis.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Pak Dubes Pradeep tahu kawasan industri Brebes, Kendal dan Batang. Dia cari area di sana. Mudah-mudahan bisa masuk apakah di Kendal atau Batang. Dua lokasi itu memang sudah kami siapkan,” kata Ganjar di Semarang, sebagaimana keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Menurut Ganjar, India memang punya ketertarikan secara khusus untuk membangun industri farmasi di Jateng karena merasa punya kesamaan dengan Indonesia. Kesamaan tersebut utamanya bahan baku dari rempah-rempah.

Bahkan kata Ganjar, India sudah menggandeng Biofarma untuk bekerjasama membangun industri obat-obatan di Jateng.

“Jadi kalau ini dikembangkan dan membuat pabrik baru di Jawa Tengah, ini tentu bagus untuk memperkuat hubungan kerja sama antara India dan Indonesia,” jelas Ganjar.

Selain di bidang farmasi, India juga tertarik menanamkan modal di sektor teknologi informasi, kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Duta Besar India, Pradeep Kumar Rawat, mengatakan banyak perusahaan di negaranya yang siap berinvestasi di Indonesia terutama di Jawa Tengah.

“Saya datang ke sini untuk melihat situasi sekaligus melihat bagaimana kita bisa bekerjasama. Selain untuk melihat penanganan Covid-19, kami juga tertarik untuk investasi di Jawa Tengah khususnya di perusahaan obat,” jelasnya.

Menurut Pradeep, ada banyak kesamaan antara India dan Indonesia. Pasalnya, banyak produk herbal dari Jawa Tengah seperti jahe, kunyit, temulawak yang bisa dimanfaatkan menjadi obat.

“Kami ingin menjajaki. Kami harap kerjasama ini bisa segera terwujud,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Industri FarmasiKawasan Industri BrebesKawasan industri StrategisKerjasama Indonesia - India
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.