• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

CLEAN FUTURE: Unilever Indonesia Tinggalkan Fosil Oil

by Redaksi Asiatoday
September 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Unilever Kembangkan Investasi Hijau di Gorontalo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengumumkan akan mulai melakukan transisi untuk menggantikan 100 persen karbon yang berasal dari bahan bakar fosil dalam formulasi produk-produk pembersih dan deterjennya dengan karbon terbarukan atau karbon daur ulang.

Langkah ini sebagai upaya untuk ‘Menciptakan Masa Depan yang Bersih & Lestari’ (Clean Future), sebuah terobosan yang dirancang oleh divisi home care perusahaan untuk secara fundamental mengubah cara pembuatan, produksi, dan pengemasan produk pembersih dan deterjen paling ternama di dunia.

Menurut Veronika Utami, Direktur Home Care Unilever Indonesia, pada tahun 2019, pabrik powder non-soap detergent (NSD) yang memproduksi produk Rinso dan Molto mulai menggunakan energi terbarukan, yaitu energi biomassa yang berasal dari cangkang sawit yang bisa diperbarui.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Biomassa ini menggantikan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar pada proses pengeringan deterjen bubuk. Cangkang inti sawit menjadi pilihan karena ketersediaannya melimpah dari Sumatra dan Kalimantan, relatif tahan cuaca saat penyimpanan, dan memiliki kadar abu rendah,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (4/9/2020).

UNVR juga telah memformulasi ulang Rinso Detergen Cair dan Molto Pelembut dan Pewangi Pakaian guna mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil dan menggantikannya dengan bahan berjejak karbon rendah.

Di sisi lain, UNVR juga telah memperkenalkan solusi produk yang dirancang untuk mengurangi penggunaan air, seperti Molto All in One (Blue, Pink) dan Sunlight Jeruk Nipis Pencuci Piring.

“Semoga peluncuran upaya Clean Future dari Unilever ini menjadi awal yang baik untuk menginisiasi kolaborasi lintas sektoral yang kami yakin, adalah merupakan kunci untuk percepatan dan skala dampak positif yang kita ingin capai bersama,” terang Veronika.

Upaya Clean Future adalah inisiatif pertama untuk skala global, dan merupakan langkah penting menuju komitmen Unilever dalam menghasilkan net zero emissions atau emisi nol dari produk-produknya pada tahun 2039.

Secara global, Unilever mengalokasikan dana 1 miliar euro untuk upaya Clean Future, yang akan mendanai penelitian bioteknologi, pemanfaatan CO2 serta limbah, dan bahan kimia berjejak karbon rendah guna mendorong transisi menjauhi bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil.

Investasi ini juga akan digunakan untuk membuat formulasi produk yang dapat terurai secara alami dan hemat air, mengurangi separuh penggunaan plastik sekali pakai (virgin plastic) pada tahun 2025, dan mendukung edukasi masyarakat yang membuat teknologi ini menarik bagi konsumen.

Sebagai gambaran, penjualan segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh memang sudah lama menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Selama semester pertama tahun ini, omzet dari segmen tersebut mencapai 69,38 persen dari total pendapatan periode tersebut yang mencapai Rp21,77 triliun.

Kendati dihadang pandemi, penjualan di segmen tersebut relatif stabil dengan pertumbuhan sebesar 1,97 persen menjadi Rp15,1 triliun pada paruh pertama tahun ini. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal WarmingGreen BusinessGreen IndustriKarbonUnilever
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.