• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Blokir Lebih Seribu Visa Pelajar dan Peneliti China

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS: China Kini Ancaman Besar

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memblokir dan mencabut visa lebih dari seribu warga negara China berdasarkan mandat presiden pada 29 Mei 2020 lalu. Jumlah itu tercatat hingga Rabu (9/9/2020).

Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan kebijakan ini juga dimaksud untuk menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti yang dianggap berisiko bagi keamanan.

Sementara itu, Pjs. Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf mengatakan sebelumnya bahwa Washington telah memblokir visa untuk mahasiswa pascasarjana dan peneliti China yang terkait dengan strategi fusi militer China untuk mencegah mereka mencuri data dan melakukan penelitian sensitif.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dalam pidatonya, Wolf mengulangi tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan serta aksi spionase oleh China, termasuk upaya untuk mencuri penelitian virus Corona, dan menuduhnya menyalahgunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi di AS.

Wolf mengatakan Amerika Serikat juga mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja yang diperlakukan seperti budak. AS juga menuntut agar China menghormati martabat yang melekat pada setiap manusia. Pernyataan ini jelas menjadi sebuah rujukan yang jelas untuk dugaan pelecehan Muslim di wilayah Xinjiang, China.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan tindakan pemblokiran visa itu diambil di bawah proklamasi yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 29 Mei 2020 sebagai bagian dari tanggapan AS terhadap pembatasan China pada demokrasi di Hong Kong.

“Mulai 8 September 2020, Departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China yang diketahui tunduk pada Proklamasi Presiden 10043 dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa,” katanya, dilansir dari CNA, Kamis (10/9/2020).

Dia mengatakan bahwa mahasiswa pascasarjana dan peneliti memiliki risiko tinggi yang tidak memenuhi syarat. Jumlah kelompok ini mewakili “sebagian kecil” orang China yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar dan meneliti.

China mengatakan pada bulan Juni pihaknya dengan tegas menentang setiap langkah AS untuk membatasi siswa China belajar di AS dan mendesak Washington untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertukaran dan pemahaman bersama.

Sekitar 360.000 warga negara China belajar di AS, mendatangkan pendapatan yang signifikan ke perguruan tinggi AS, meskipun pandemi Covid-19 telah sangat mengganggu perkuliahan pada semester musim gugur ini. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.