• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

The Shonet Indonesia Luncurkan Social Commerce, Sokong Industri Fashion dan Beauty

by Redaksi Asiatoday
September 11, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 3 mins read
A A
0
The Shonet Indonesia Luncurkan Social Commerce, Sokong Industri Fashion dan Beauty

The Shonet Indonesia Luncurkan Social Commerce. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 berdampak pada kelangsungan seluruh industri di Indonesia, tak terkecuali dalam ranah fashion dan beauty.

Di tengah situasi menantang bagi para pelaku industri ini, the Shonet sebagai perusahaan digital berbasis platform social commerce fokus mendukung industri fashion dan beauty untuk berperan memberi stimulus yang mampu mendorong produktivitas industri melalui platform online social commerce.

Menurut CEO the Shonet Indonesia,  Elisabeth Kurniawan, salah satu cara menggerakkan perekonomian nasional dapat melalui transaksi secara digital.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Oleh karena itu, pada 18 Agustus lalu, the Shonet meluncurkan layanan share and earn bagi pengguna untuk dapat membeli serta berkesempatan mendapatkan komisi.

“Memakai sistem referral, konsumen akan mendapatkan komisi setiap kali mengajak temannya membeli produk yang ada dalam fitur Collection yang telah mereka buat. Koleksi pakaian atau produk kecantikan yang dibagikan konsumen ke teman-teman mereka adalah koleksi produk resmi dari brand – brand yang sudah bergabung menjadi mitra di the Shonet,” kata Elisabeth dalam keterangan resminya, yang diterima Jumat (11/9/2020).

The Shonet menggunakan program afiliasi untuk menggerakkan ekosistem social commerce. Bila konsumen the Shonet mengajak orang lain berbelanja di the Shonet, maka ia akan mendapat komisi secara instan.

Komisi penjualan tersebut bahkan bisa langsung diuangkan. Dengan begitu, semakin banyak teman yang diajak untuk berbelanja di the Shonet, tentunya komisi yang diterima pun akan semakin banyak.

Untuk layanan pengiriman dan pembayaran, the Shonet telah bekerjasama dengan pelaku logistik terbaik di Indonesia seperti Ninja Xpress, SiCepat Ekspress, dan Paxel. Kehadiran the Shonet juga menjadi jalur bagi industri fashion dan beauty bertahan di tengah pandemi COVID-19, di mana mobilitas masyarakat menjadi terbatas.

“Telah menjadi misi kami untuk menciptakan sebuah platform yang dapat mendukung industri fashion dan beauty lokal melalui komunitas kami. Jadi di masa pandemi ini kita bersama-sama bisa meningkatkan perekonomian digital dan lewat platform kami brand yang telah bergabung penjualannya juga terus naik,” tambah Elisabeth.

Meskipun mengalami lonjakan transaksi, The Shonet tetap menerapkan kurasi yang ketat kepada brand yang mau bergabung. Salah satu pertimbangannya adalah menakar minat konsumen dalam membeli produk tersebut. Untuk produk kecantikan, The Shonet memastikan sudah mendapatkan izin BPOM sehingga keaslian dan keamanannya pun terjamin.

Sekedar informasi, pada 18 Agustus lalu, theshonet.com meluncurkan social commerce yang juga sebagai rangkaian perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Acara tersebut didukung oleh beberapa mitra brand yang telah tergabung dalam theshonet.com, seperti Hush Puppies, Noche, Noir Sur Blanc, the Bath Box dan masih banyak lagi.

Saat ini sudah ada lebih dari 3 juta pengguna (per Juli 2020) dengan 500 brand fashion dan beauty yang tergabung dalam ekosistem The Shonet. Beberapa brand besar, baik lokal maupun internasional juga telah bergabung sebagai mitra, di antaranya the Bath Box, Noir Sur Blanc, Casio, Noche, Hush Puppies, Rinda Salmun dan masih banyak lagi.

Elisabeth mengatakan setiap minggunya ada penambahan 30 brand baru, dan akan terus bertambah ke depannya. Dengan audiens pasar yang spesifik dan aktivitas sosial di dalamnya, dia optimis setiap brand yang tergabung di dalamnya tumbuh positif meski di tengah situasi sulit.

“Semakin banyak yang bergabung semakin kami memberdayakan UMKM untuk tumbuh, dan semakin kita bisa membantu pengguna kami memperoleh pendapatan dan kita bisa semakin tumbuh juga,” pungkasnya. (AT Network)

Tags: Asia DigitalAsia Pasifik DigitalIndustri DigitalThe Shonet
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.