• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pulihkan Ekologi Laut Mauritius, Jepang Siapkan Rp140 Miliar

by Redaksi Asiatoday
September 12, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Laut Tercemar Minyak, Mauritius Nyatakan Darurat Bencana Lingkungan

Tumpahan minyak di Laut Mauritius dari kapal MV Wakashio. Foto: Green Peace

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mitsui OSK Lines, selaku operator kapal Jepang, bertanggung jawab penuh atas kerusakan ekologis akibat pencemaran minyak di Laut Mauritius.

Pihak operator siap menyumbangkan dana senilai USD9,4 juta atau sekitar Rp140,7 miliar untuk membantu memulihkan ekologi laut Mauritius.

Dalam sebuah pernyataan, operator tersebut mengatakan pihaknya berencana menyumbangkan total dana sekitar 1 miliar yen Jepang dalam beberapa tahun untuk mendukung langkah-langkah pemulihan lingkungan laut.
 
Langkah tersebut termasuk dalam menjalankan proyek perlindungan mangorove dan terumbu karang dalam kemitraan dengan para ahli dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, serta menyiapkan dana pemulihan lingkungan.
 
Belum dipastikan apakah dana yang dijanjikan Mitsui akan memenuhi tuntutan kompensasi dari pemerintah Mauritius atas semua kerugian dan kerusakan” dari insiden itu.
 
Baik Mitsui OSK Lines maupun pemilik kapal, Nagashiki Shipping, telah meminta maaf atas insiden tersebut. Bulan lalu, Nagashiki berjanji “dengan tulus” menanggapi permintaan kompensasi.
 
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengatakan bahwa Jepang akan terus mendukung upaya pemulihan.
 
Mitsui OSK Lines mengoperasikan kapal MV Wakashio yang kandas pada 25 Juli di lepas pantai Mauritius, saat itu kapal sedang membawa 4 ribu ton bahan bakar minyak.
 
Setelah kapal terbelah dua, bagian yang lebih besar ditarik ke laut dan ditenggelamkan, namun bagian kapal yang lebih kecil tetap terdampar di terumbu karang.
 
Lebih dari seribu ton minyak diyakini bocor dari kapal dan sisanya telah disedot sebelum kembali tumpah. Tumpahan minyak dilaporkan telah mempengaruhi area mangrove dan sulit dibersihkan.
 
Hingga kini, insiden tersebut masih diselidiki oleh otoritas Mauritius.
 
Kantor berita Jepang Kyodo News melaporkan insiden itu bermula ketika kru kapal sedang mengarahkan kapal ke dekat pantai untuk mencari sinyal ponsel, sehingga mereka bisa menghubungi keluarga dan bertanya tentang kondisi virus corona di rumah mereka. (AFP)

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tags: JepangLaut Tercemar MinyakMauritusPencemaran LautTumpahan Minyak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.