• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Trump Bersikap Frontal, Xi Jinping Lebih Dingin di Sidang PBB

by Redaksi Asiatoday
September 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Trump Bersikap Frontal, Xi Jinping Lebih Dingin di Sidang PBB

Donald Trump dan Xi Jinping. Dok

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Konfrontasi antara Amerika Serikat dan China berlanjut di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2020).

Bedanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikap frontal menyerang China secara terbuka, sementara Presiden China Xi Jinping lebih diplomatis dan bersikap dingin.

Dalam forum tersebut Trump mendesak PBB meminta pertanggungjawaban China atas aksi-aksi mereka dalam pandemi virus Covid-19.
 
“Di awal-awal virus, China menutup penerbangan domestik, sementara mengizinkan penerbangan meninggalkan China dan menginfeksi seluruh dunia,” kata Trump dalam pidatonya seperti dikutip Voice of America, Kamis (24/9/2020).
 
“Pemerintah China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebenarnya dikendalikan China, dengan keliru menyatakan tidak ada bukti penularan antar manusia,” kata Trump.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Sementara satu hari sebelumnya  Xi Jinping mengatakan Beijing tidak akan membiarkan ada negara mengendalikan nasib negara lain. Xi menegaskan tidak boleh ada negara yang bertindak sebagai ‘bos di dunia’.
 
Tanpa menyebut AS, Xi menyinggung negara yang bertindak sebagai ‘bos’ di forum internasional. Pidato Xi masih senada dengan tema yang diusung oleh PBB yakni “The Future We Want, the United Nations We Need: Reaffirming Our Collective Commitment to Multilateralism”.

Xi mengatakan tidak boleh ada negara yang memiliki hak untuk mendominasi urusan global, seperti mengendalikan nasib negara lain atau mengambil manfaat dari pembangunan untuk dirinya sendiri.
 
Ia menyerukan agar lebih banyak lagi perwakilan negara berkembang di PBB. Xi menekankan PBB sebagai lembaga internasional terbesar di dunia harus menjunjung tinggi supremasi hukum.

“Mereka tidak boleh dikuasai oleh mereka yang mengacungkan tinju keras ke pihak lain,” kata Xi.
 
Sementara Trump lebih banyak melancarkan serangan terhadap China. Presiden AS ke-45 itu mengatakan China dan WHO sempat menyatakan orang tanpa gejala tidak menyebarkan virus. Berdasarkan tuduhan-tuduhan tersebut Trump memotong dana hibah AS untuk WHO.
 
Perselisihan antara Trump dan Xi di panggung internasional tidak hanya seputar pandemi virus Corona. Aksi saling tuding dan serang ini sudah terjadi sejak Trump berkuasa tahun 2017 lalu dan memicu perang dagang yang menciptakan ketidakpastian perekonomian global.
 
Berbeda dengan Trump yang kerap melancarkan serangan verbal secara langsung. Sangat jarang Xi menyampaikan sendiri kritiknya terhadap pemerintahan Trump.
 
Baru-baru ini Trump mengancam hanya akan menyetujui kesepakatan TikTok bila perusahaan AS yang mengendalikan perusahaan cabang. Ia akan membatalkan kesepakatan itu bila masih China yang memiliki mayoritas sahamnya. Jika kita bisa, kita lakukan. Tapi, kalau tidak bisa, kita batalkan,” kata Trump.
 
Sementara Surat kabar Cihna, China Daily menulis tidak alasan bagi China menyetujui kesepakatan TikTok yang ‘tak adil dan kotor’. Oracle Corp dan Walmart Inc sudah merilis pernyataan yang mengatakan mereka telah membuat kesepakatan dengan pemilik TikTok, ByteDance.
 
“Apa yang Amerika Serikat lakukan pada TikTok hampir sama dengan preman memaksakan kesepakatan bisnis yang tak masuk akal dan adil terhadap perusahaan yang sah,” tulis surat kabar pro-pemerintah Cina itu dalam tajuk rencananya.
 
Tiga perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan tersebut mengeluarkan pernyataan yang berbeda-beda. Penjualan TikTok diharapkan membuat aplikasi berbagi video itu tetap dapat beroperasi di AS. (ATN)

Tags: Donald TrumpSidang Umum PBBXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.