• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dilengkapi Rudal, Armada Tempur AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dilengkapi Rudal, Armada Tempur AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS John McCain. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk kesekian kalinya, China kembali dibuat marah setelah kapal perang Amerika Serikat (AS), USS John McCain, memasuki perairan sekitar Kepulauan Paracel, Laut China Selatan, pada hari Jumat.

Kepulauan tersebut menjadi objek sengketa teritorial antara Beijing dan beberapa negara Asia Tenggara.

Beijing menuntut Washington untuk mengontrol dan membatasi operasi Angkatan Lautnya di Laut China Selatan. Menurut Beijing, kapal perang bersenjata peluru kendali atau rudal tersebut memasuki perairan Kepulauan Paracel tanpa izin.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Juru bicara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, Kolonel Zhang Nandong, menuduh Amerika melenturkan otot militernya dengan manuver USS John McCain tersebut.

“Ini adalah hegemoni navigasi telanjang dan provokasi militer,” kata Kolonel Zhang dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu (10/10/2020).

“Kami menuntut AS segera menghentikan tindakan provokatif tersebut, dan secara ketat mengontrol dan membatasi operasi militer di laut dan udara untuk menghindari kecelakaan,” ujarnya.

Militer China mengklaim AS sering mengirim kapal perang ke Laut China Selatan untuk memamerkan kekuatannya dan sangat melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

Juru bicara PLA itu mengatakan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional serta untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Pada Juli lalu, China menuduh AS berlayar melintasi dunia seperti pengganggu setelah dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, dikirim ke Laut China Selatan untuk unjuk kekuatan.

Beijing mengklaim sebagian besar Laut China Selatan berdasarkan “nine-dash line (sembilan garis putus-putus)”, sebuah peta kuno miliknya yang berasal dari tahun 1940-an.

China telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan di kawasan sengketa tersebut, yang merupakan rumah bagi cadangan minyak dan gas yang berharga dan merupakan jalur air komersial yang penting.

Sementara AS telah melakukan operasi kebebasan navigasi di kawasan tersebut sehingga menimbulkan ketegangan antara kedua negara.

Aksi kapal perang USS John McCain terjadi setelah Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengunjungi Jepang pada hari Selasa untuk menggalang dukungan dari sekutu terdekat Washington di Asia, menyerukan kolaborasi yang lebih dalam melawan pengaruh regional China yang berkembang.

Pompeo berbicara dengan sangat tegas menentang Partai Komunis China yang berkuasa di Beijing. Sikap Pompeo berbeda dengan tiga rekannya dari Jepang, India dan Australia, yang semuanya menghindari untuk menyebut China secara langsung.

China kemudian menuduh Pompeo berperilaku jahat, menciptakan konfrontasi politik dan mencoreng Beijing. Negara Tirai Bambu ini meminta Amerika untuk menghentikan “serangan” yang tidak beralasan.

“Kami sekali lagi mendesak AS untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, menghentikan tuduhan dan serangan yang tidak beralasan terhadap China dan memperlakukan hubungan dengan China secara konstruktif,” kata kedutaan China di Jepang dalam sebuah pernyataan.

Kunjungan Pompeo di Asia Timur, yang pertama dalam lebih dari setahun, bertepatan dengan ketegangan yang memburuk dengan China.

Amerika Serikat dan China, dua ekonomi teratas dunia telah berselisih mengenai berbagai masalah mulai dari penanganan virus corona oleh Beijing hingga penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong dan ambisinya di Laut China Selatan. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.