• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Kerahkan 60 Pesawat Intai di Laut China Selatan, Timur dan Laut Kuning

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gelar Simulasi Perang, AS Siap Gempur Basis Pertahanan China di Laut China Selatan

Simulasi perang pasukan Amerika Serikat di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Amerika Serikat (AS) tidak memberi ruang gerak sedikitpun bagi China untuk bermanuver di Laut China Selatan.

Lembaga pemikir Beijing, Inisiatif Pelacakan Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI) melaporkan bahwa AS telah mengirimkan 60 pesawat untuk memata-matai China pada bulan ini.

Mengutip South China Morning Post, laporan yang dirilis pada Senin (12/10/2020) itu memperkirakan AS sedang mempersiapkan misi jangka panjang di Laut China Selatan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dari 60 pesawat tempur, 41 diantaranya terbang di atas Laut China Selatan yang disengketakan, 6 di atas Laut China Timur, dan 13 di atas Laut Kuning.

Laporan itu mengungkapkan aktivitas pengisian bahan bakar pasukan udara AS telah meningkat sejak bulan lalu. Beberapa pesawat bahan bakar udara telah berangkat dari pangkalan militer AS di wilayah Pulau Guam.

“Tidak lazim bagi AS untuk mengirimkan kapal tanker bahan bakar dari Guam (bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang) karena operasi semacam itu tidak ekonomis dan tidak efisien,” kata laporan itu.

“Operasi semacam itu lebih mungkin mempersiapkan pengisian bahan bakar jarak jauh di masa depan dalam kondisi ekstrem, dan karenanya perlu mendapat perhatian besar.”

“Ini menunjukkan bahwa kawasan Laut China Selatan masih menjadi fokus utama AS, tetapi yang tak kalah penting adalah aktivitas di kawasan Laut Kuning mengalami peningkatan yang nyata jika dibandingkan dengan aktivitas sporadis dua bulan lalu,” tulis laporan itu.

Pesawat tempur biasanya melakukan dua jenis penerbangan pengintaian, yakni rutin dan khusus. Pengintaian rutin lebih dapat diprediksi mengingat pola frekuensi dan wilayahnya.

Laporan tersebut juga menyoroti bahaya dari kegiatan mata-mata terselubung milik AS, dengan 6 pesawat memantau kegiatan militer China saat menggunakan kode pesawat sipil palsu.

Pada akhir September, pesawat Angkatan Udara AS mengubah kode identifikasi pesawatnya saat terbang di atas Laut Kuning.

Pemalsuan kode itu membuat pesawat militer AS berkamuflase menyerupai pesawat sipil Filipina, sebelum kembali ke nomor aslinya setelah menyelesaikan misi.

China telah menyesalkan langkah itu. Pada Agustus lalu China mengeluarkan pernyataan bahwa terbang dalam penyamaran membahayakan pesawat sipil.

Contohnya, pada tahun 1983, Angkatan Udara Soviet menembak jatuh sebuah jet penumpang Korean Airlines di wilayah udaranya.

Pesawat komersil itu ditembak setelah militer Soviet salah mengidentifikasi yang dikira sebagai jet mata-mata AS yang mengganggu. Kejadian itu menewaskan seluruh 269 penumpang. (ATN)

Tags: Laut China SelatanLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.