• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Chevron Merugi USD207 Juta di Kuartal III/2020

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Chevron Hentikan Pengeboran, Stok Migas Indonesia Bisa Terancam

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Chevron Corporation mengalami kerugian senilai USD207 juta pada kuartal III/2020. Hal ini disebabkan oleh rendahnya harga komoditas minyak dan gas bumi.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, perusahaan migas internasional yang tercatat di Bursa The New York Stock Exchange dengan code saham CVX itu melaporkan, pendapatan senilai USD24,45 miliar pada kuartal III/2020 lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada kuartal III/2019 sebesar USD36,11 miliar.

Sepanjang Januari 2019 hingga September 2020, Chevron telah meraih pendapatan sebanyak USD69,44 miliar, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak USD110,16 miliar.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Sementara itu, pada triwulan ketiga tahun ini, Chevron mencatatkan rugi bersih senilai USD207 juta. Dengan demikian, rugi bersih Chevron sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai USD4,87 miliar, berbanding terbalik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan laba sebesar USD9,53 miliar.

CEO Chevron Corporation Michael K. Wirth mengatakan bahwa realisasi pada kuartal III/2020 sangat merosot jika dibandingkan dengan tahun lalu. Faktor utama penyebab melemahnya kinerja tahun ini karena rendahnya harga komoditas dan marjin yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Menurut Michael, ekonomi dunia terus bergerak di bawah tren saat masa sebelum pandemi, sehingga hal itu mempengaruhi permintaan produk hasil produksi Chevron yang sangat erat hubungannya dengan aktivitas ekonomi.

“Kami tetap fokus pada apa yang dapat kami kendalikan, operasi yang aman, disiplin pada modal, dan biaya manajemen,” jelasnya seperti dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2020).

Michael menjelaskan, pada kuartal III/2020 pengeluaran modal organik dan biaya operasional masing-masing turun 48 persen dan 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kebijakan keuangan Chevron kata Michael, dipandu oleh strategi investasi jangka panjang dengan melindungi sejumlah prioritas, termasuk dividen.

“Kami berinvestasi untuk nilai jangka panjang dan menjaga balance sheet yang kuat,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Chevron
No Result
View All Result

Terbaru

  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.