• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Qantas Haruskan Penumpang Internasional Suntik Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Corona, Kapasitas Penerbangan Qantas di Asia Turun 31 Persen

Maskapai Qantas. Foto : pontian69

ASIATODAY.ID,, JAKARTA – Maskapai penerbangan Australia  Qantas  mengharuskan setiap penumpang internasional telah disuntik vaksin Covid-19 jika ingin naik pesawat.

Setiap penumpang internasional Qantas yang naik ke pesawat wajib mengantongi bukti telah divaksinasi Covid-19.

Menurut Alan Joyce, CEO Qantas, langkah itu akan menjadi keharusan begitu pembatasan di seluruh dunia mulai mereda.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

“Untuk penumpang domestik kita harus melihat apa yang terjadi dengan Covid-19 dan kondisi pasar. Untuk pengunjung internasional yang keluar dan orang-orang meninggalkan negara, kami pikir itu adalah suatu keharusan,” ujarnya dikutip dari Metro.co.uk, Selasa (24/11/2020).

Joyce menambahkan bahwa kondisi perdagangan saat ini adalah yang terburuk yang dialami maskapai dalam 100 tahun sejarahnya.

“Dampak Covid-19 pada semua maskapai penerbangan sudah jelas, itu sangat menghancurkan,” ujarnya.

Australia menutup perbatasan internasional mereka pada awal pandemi. Awal bulan ini pemerintah mengeluarkan kebijakan vaksinasi, diwajibkan bagi siapa pun yang masuk atau kembali ke negara itu.

Kebijakan itu setelah beberapa uji coba vaksin telah mengkonfirmasi hasil uji coba positif dalam beberapa minggu terakhir.

Hari ini uji coba vaksin Universitas Oxford dan AstraZeneca mengatakan mereka telah menunjukkan keefektifan 90 persen, setelah mengungkapkan bahwa mereka memiliki kemanjuran 70 persen.

Vaksin Pfizer dan BioNTech, yang dikatakan 95 persen efektif, kini telah lolos sejumlah uji keamanan yang memungkinkannya memenuhi kriteria yang diperlukan untuk otorisasi darurat. Artinya, program tersebut dapat diluncurkan pada akhir tahun ini.

Perusahaan AS Moderna mengatakan kandidat vaksin mereka juga hampir 95 persen efektif dalam menghentikan orang tertular virus di semua kelompok umur.

Aturan baru Qantas telah memicu reaksi beragam di media sosial, dengan beberapa penumpang menyatakan bahwa mereka akan ‘memboikot’ maskapai tersebut. (ATN)

Tags: Qantas AirwaysVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.