• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan tidak Berminat Gunakan Vaksin Sinovac Buatan China

by Redaksi Asiatoday
December 7, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Taiwan Siap Gelar Pemilu, Presiden Tsai Ditantang Tokoh Pro-Beijing

Negara Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Jika Indonesia memilih untuk memborong vaksin Covid-19 buat Sinovac China, namun tidak dengan Taiwan.

Keputusan Otoritas Kesehatan Taiwan itu murni karena masalah keamanan dan peraturan.

Melansir Taiwannews.com, Senin (7/12/2020), Chen Shih-Chung, kepala Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC), membantah tuduhan bahwa Taiwan menempatkan ideologi di atas kesehatan masyarakat dengan tidak mencari vaksin China.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Mengutip pembatasan perdagangan lintas selat, Chen mencatat Taiwan belum membeli vaksin dan turunan plasma dari China. Alasannya termasuk kualitas vaksin China yang dipertanyakan dan proses produksinya, yang keduanya menjadi sumber masalah keamanan.

Chou Jih-haw, gugus tugas virus corona, menambahkan bahwa China memiliki sejarah inokulasi yang terkenal yang berasal dari manajemen dan administrasi vaksin yang salah.

Skandal terkait telah muncul di China selama bertahun-tahun, termasuk penggunaan vaksin polio yang kadaluarsa pada 2019, yang menyebabkan efek samping, dan mengenai vaksin hepatitis B pada 2013, yang dikaitkan dengan serangkaian kematian.

Bulan lalu CECC mengumumkan urutan prioritas bagi orang yang akan diinokulasi dan mengatakan imunisasi dapat dimulai paling cepat pada kuartal kedua 2021.

Taiwan telah mengamankan sekitar 15 juta dosis vaksin, kata CECC pekan lalu.

Pejabat China menyebut pekan lalu bahwa negara itu akan memproduksi 600 juta dosis pada akhir tahun ini. Inisiatif ini didukung oleh empat pengembang di industri farmasi, termasuk Sinopharm, Sinovac, CanSino, dan Anhui Zhifei Longcom Biologic Pharmacy Co. (ATN)

Tags: TaiwanVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.