• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Wajib Berdaulat Energi

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Wajib Berdaulat Energi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong terwujudnya pengelolaan energi dan sumber daya alam yang berdaulat.

Tujuannya agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi nasional tanpa bergantung dengan negara lain.

“Kedaulatan energi ini intinya adalah mampukah kita menyediakan energi dari dalam negeri. Bukan bergantung pada impor,” terang Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar saat mengisi kuliah umum di depan para mahasiswa baru Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), di Surakarta, Rabu (14/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Saat ini kebutuhan Indonesia akan bahan bakar minyak (BBM) sudah mencapai 1,4 juta barel per hari. Dengan produksi sekitar 760 ribu barel per hari dan sisanya dipenuhi melalui impor.

“Untuk itu diperlukan strategi, kalau bergantung dari luar, kemungkinan akan terjadi krisis energi apabila ada rantai supply yang terganggu”, papar Arcandra.

Pemanfaatan listrik sebagai pengganti BBM untuk kendaraan bermotor (mobil listrik) merupakan salah satu cara yang digunakan oleh negara-negara maju dalam mengurangi ketergantungan akan minyak mentah sebagai bahan bakar.

Dengan adanya mobil listrik, diharapkan masyarakat dapat beralih dari yang semula menggunakan kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.

“Jadi strateginya apa? mau gak nanti pake motor listrik? mau gak menggunakan kompor listrik atau takut gak menggunakan bis listrik? Karena di negara maju sudah menggunakan listrik semua,” jelas Arcandra.

Kondisi kelistrikan Indonesia untuk menyambut era mobil listrik sudah sangat mencukupi. Untuk di Pulau Jawa dan Sumatra, dengan margin 20-30% antara kondisi peak dan supply. Hal ini, dapat dimanfaatkan untuk penggunaan mobil listrik secara umum.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk digunakan sebagai energi alternatif untuk pembangkit listrik. Seperti misalnya penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kementerian ESDM dalam beberapa tahun terakhir gencar mensosialisasikan PLTS atap atau rooftop untuk dapat dipasang di gedung-gedung perkantoran dan di rumah – rumah pribadi yang ada.

“Kita sekarang mendorong agar tempat-tempat itu dipasang PLTS. Rumah Pak Menteri, rumah saya, rumah para Eselon 1 dan kantor ESDM yang dimungkinkan untuk dipasang PLTS kita pasang. Kemudian ESDM juga mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Sehingga nanti, PLTS yang dipasang di rumah itu bisa mengurangi tagihan listrik PLN,” terang Arcandra.

Kedepan, Arcandra berharap bahwa Indonesia juga bisa memanfaatkan panas bumi atau geothermal sebagai pembangkit listrik (PLTP).

Menurutnya, jenis EBT yang saat ini bisa menyaingi batubara sebagai pembangkit listrik salah satunya adalah geothermal. “Karena PLTP itu dapat hidup sepanjang hari. Jangan sampai negara kita yang sangat kaya akan geothermal, tetapi malah tidak optimal penggunaannya.” tandas Wamen Arcandra. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Archandra TaharImpor BBMKedaulatan Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.