• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

KONSERVASI PESISIR: Indonesia Tanam 2,9 Juta Batang Mangrove

by Redaksi Asiatoday
January 17, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KONSERVASI PESISIR: Indonesia Tanam 2,9 Juta Batang Mangrove

Mangrove di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ekonomi hijau dan berkontribusi terhadap upaya menekan emisi karbon dan pemanasan global melalui konservasi ekosistem pesisir dan laut.

Sepanjang 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) telah melakukan penanaman 2.975.129 batang mangrove dengan luas area mencapai 448.18 hektare (ha). Luasan ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 200 ha.

Penanaman mangrove dilakukan di 18 kabupaten/kota di Indonesia, yaitu Aceh Jaya, Aceh Selatan, Pesisir Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Indramayu, Brebes, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Rembang, Sambas, Singkawang, Mempawah, dan Penajam Pesisir Utara.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, TB Haeru Rahayu mengatakan kegiatan penanaman mangrove di 18 lokasi dilakukan secara padat karya dengan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 2.645 orang.

“Selain bertujuan untuk pemulihan ekosistem pesisir, pada tahun 2020 kegiatan penanaman mangrove disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya. Tujuannya untuk membantu masyarakat pesisir yang terdampak pandemi, khususnya masyarakat sekitar hutan mangrove,” ujar Tebe, di Jakarta, dikutip Minggu (17/1/2021).

Tebe menjelaskan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, program penanaman mangrove akan dilanjutkan pada tahun 2021.

“Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024, KKP menargetkan penanaman mangrove seluas 400 ha di tahun 2021. Sampai tahun 2024, KKP berencana melakukan penanaman mangrove seluas 1.800 ha,” jelasnya.

Berdasarkan data, luas mangrove di Indonesia mencapai 3,49 juta ha dengan komposisi 2,17 Juta Hektare wilayah hutan dan 1,32 Juta Hektare non hutan. Tebe berharap, kegiatan penanaman mangrove ini dapat memperbaiki kondisi ekosistem mangrove di Indonesia.

“Semoga masyarakat dapat menjaga dan merawat bibit mangrove yang ditanam, serta dapat merasakan manfaat keberadaan ekosistem mangrove,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengungkapkan pada tahun 2020, KKP tidak hanya melakukan penanaman mangrove, namun juga membangun tempat pembibitan (nursery) mangrove.

“Pada tahun 2020, KKP membangun tempat pembibitan mangrove di 12 lokasi dan memberikan bantuan bibit mangrove sebesar 6 juta bibit. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bibit rehabilitasi mangrove,” ungkap Yusuf.

Yusuf menuturkan KKP juga melakukan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove guna meningkatkan kapasitas SDM dan terciptanya mata pencaharian baru bagi penggiat mangrove. Saat pelatihan, masyarakat diajarkan cara mengolah produk turunan mangrove (daun, tangkai, dan buah mangrove) menjadi produk olahan seperti makanan dan minuman, batik mangrove, dan produk lainnya.

“Pelatihan dilakukan di 12 lokasi kabupaten/kota di Indonesia. Selain memberikan pelatihan, KKP juga memberikan bantuan sarana pengolahan turunan mangrove kepada 28 kelompok penggiat mangrove. Harapannya masyarakat dapat menggerakan ekonomi masyarakat dan memberdayakan para istri nelayan,” tuturnya.

Untuk memperkuat masyarakat, KKP juga memberikan edukasi dan memberikan stimulus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar berupa bantuan bangunan sarana dan prasarana di kawasan yang potensial untuk pengembangan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP).

“Bantuan pembangunan PRPEP berupa selasar (tracking) mangrove dan sarana pendukung lainnya diberikan di 12 lokasi. Kami ingin PRPEP yang dibangun nantinya tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, tetapi juga dikembangkan untuk destinasi wisata masyarakat ataupun wisata ilmiah,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeEkosistem Pesisir dan LautGlobal WarmingKonservasi LautMangrove
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.