• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 18, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warning untuk AS: Jangan Coba Menahan China

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Siap Hadapi Kekuatan Amerika di Laut China Selatan

Kapal Induk China, Shandong. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa hubungan militer China dan Amerika Serikat (AS) berada pada titik awal baru dengan Pemerintahan Joe Biden.

Namun, Kementerian Pertahanan China memperingatkan, tidak mungkin bagi AS untuk menahan China jika tetap bertekad untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada perang.

“Untuk menahan China, Mission Impossible!” tegas Kolonel Senior Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan China, dalam konferensi pers Kamis (28/1/2021), seperti dikutip dari Global Times.

RelatedPosts

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Melihat ke masa depan, dengan Pemerintahan baru AS di bawah Biden, Wu menyebutkan, hubungan militer antara China dan AS sekarang berada pada titik awal sejarah baru.

Beijing berharap, Pemerintahan AS yang baru bisa bekerjasama dengan China dalam meningkatkan dialog. Fokusnya pada kerjasama, mengelola perbedaan, dan mendorong pembangunan yang sehat dan stabil dalam hubungan China-AS.

Wu menegaskan, relasi China-AS harus berdasarkan semangat non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

Wu menambahkan, China mengharapkan AS untuk bertemu di tengah jalan dengan semangat profesional yang sama.

Menurut Wu, China dan AS telah memulai pertukaran pragmatis pada 2021, ketika kedua militer mengadakan konferensi video pada Selasa (26/1) hingga Rabu (27/1) lalu tentang pencarian sisa-sisa tawanan perang AS dan mereka yang hilang saat perang.

“Ini menunjukkan perhatian China terhadap masalah Amerika Serikat di bidang kemanusiaan,” ujar Wu. (ATN)

 

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Troys Films and South Korea’s Chan ENM Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.