• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Seruan Damai dari Negeri Myanmar

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS, India, Australia dan Jepang Desak Pemulihan Demokrasi Myanmar, Sikap ASEAN Dipertanyakan

Pengunjukrasa di Myanmar menuntut pemulihan demokrasi. Dok

ASIATODAY.ID, YANGON – Seruan damai dan protes kudeta militer serentak disuarakan dari 20 kota di Myanmar pada Minggu (21/3/2021) malam.

Para demonstran menyalakan lilin sebagai simbol keinginan rakyat sipil untuk keluar dari rezim kegelapan.

Al Jazeera melaporkan, aksi demonstrasi dengan cahaya lilin berlangsung di kota utama Yangon hingga komunitas kecil di Negara Bagian Kachin di utara dan kota paling selatan Kawthaung, menurut penghitungan pesan di media sosial.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Para pengunjuk rasa di beberapa tempat diikuti oleh para biksu Buddha yang memegang lilin. Sementara beberapa orang menggunakan lilin untuk membuat bentuk salam protes tiga jari.

Juru bicara pemerintah militer tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, tetapi dia sebelumnya mengatakan pasukan keamanan telah menggunakan kekuatan hanya jika diperlukan.

Negara-negara Barat telah berulang kali mengutuk kudeta dan kekerasan tersebut. Negara tetangga di Asia, yang selama bertahun-tahun menghindari saling kritik, juga sudah mulai angkat bicara.

Sebagai bentuk solidaritas, pada Jumat (19/3), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerukan kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan.

Jokowi mendesak pertemuan tingkat tinggi pimpinan Asia Tenggara (ASEAN) di mana Myanmar adalah salah satu anggotanya.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mendukung seruan tersebut. Dia mengaku terkejut dengan penggunaan kekerasan mematikan yang terus-menerus terhadap warga sipil. Singapura juga telah menyatakan ketidaksetujuannya atas kudeta Myanmar.

Jenderal Senior Min Aung Hlaing membenarkan perebutan kekuasaan yang mengklaim pemilihan 8 November yang mengembalikan partai pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan adalah penipuan – satu tuduhan yang dibantah oleh komisi pemilihan.

Min Aung Hlaing telah menjanjikan pemilihan umum baru tetapi belum menetapkan tanggal.

Pada Sabtu (20/3), pemimpin kudeta mengunjungi pulau-pulau Coco, salah satu pos terdepan paling strategis di Myanmar, 400 km sebelah selatan Yangon.

Dia mengingatkan anggota angkatan bersenjata di sana bahwa tugas utama prajurit adalah mempertahankan negara dari ancaman eksternal. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.