• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ancaman Global Meningkat, Indonesia Butuh Pusat Pengendali Senjata Biologi

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ancaman Global Meningkat, Indonesia Butuh Pusat Pengendali Senjata Biologi

Markas Besar TNI AD. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ancaman peperangan global dalam bentuk perang biologi, Indonesia sudah harus mulai memperkuat basis keamanan.

Saat ini, Indonesia dipandang membutuhkan badan atau pusat yang mampu mengendalikan, menganalisis, merencanakan secara integratif serta bisa membangun suatu kekuatan untuk menghadapi serangan biologi dari luar seperti wabah penyakit.

“Kita harus betul-betul menyiapkan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan ancaman biologi ke depan,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono, dalam Foccus Group Discussion (FGD), di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

RelatedPosts

Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong

Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

Dikatakan, hampir setiap tahun seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia mengalami ancaman pandemi. Bahkan kondisi itu sudah terjadi jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan seluruh negara lain di dunia.

“Kita ketahui bersama, pandemi berlangsung mulai dari tahun ke tahun. Di antaranya pandemi Black Death,  Spanish Flu, human immunodeficiency virus (HIV)/AIDS, H1N1 Flu, Flu Hongkong, Mers-Cov, Ebola dan saat ini kita sudah satu tahun menghadapi pandemi Covid-19 yang kita rasakan bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuskes TNI menyampaikan, dalam menghadapi suatu ancaman biologi harus dibangun suatu kekuatan preventif yang komprehensif, deteksi dan reporting atau pelaporan yang baik, termasuk suatu rapid response yang harus siap dan sistem kesehatan untuk menghadapi ancaman biologi.

“Kita harus mempunyai kesiapan di dalam mengelola risiko lingkungan atau risk management and  environment yang harus dibangun bersama,” tandasnya. (ATN)

Tags: Perang BiologiTNI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • A Different Kind of Hero: Ringgo Brings Authentic Down Syndrome Representation to Tanah Runtuh
  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.