• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krakatau Steel Bantah Selundupkan Baja dari China yang Rugikan Negara Rp10 Triliun

by Redaksi Asiatoday
March 24, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krakatau Steel Bantah Selundupkan Baja dari China yang Rugikan Negara Rp10 Triliun

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim membantah keras tuduhan yang menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah menyelundupkan baja dari China dan merugikan negara Rp 10 triliun

Sejatinya Krakatau Steel justru mengecam derasnya produk baja impor dari China masuk ke Indonesia.

Tuduhan tersebut dilontarkan oleh anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir di forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kami membantah hal tersebut secara langsung di RDP. Selama saya menjabat 2,5 tahun, Krakatau Steel tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan. Kami justru sangat mengecam derasnya produk baja impor dari China masuk ke Indonesia dan terus berupaya agar industri baja Indonesia mendapatkan dukungan dan proteksi dari pemerintah,” tegas Silmy Karim, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Krakatau Steel adalah produsen baja nasional dengan menyandang status sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di mana semua hal harus dilakukan secara transparan dan mengusung Good Corporate Governance.

Krakatau Steel pun gencar untuk membuktikan adanya kecurangan-kecurangan dalam proses masuknya baja impor ke Indonesia yang hingga saat ini terus dikawal bersama The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).

“Sangat tidak logis tuduhan itu dilayangkan ke Krakatau Steel yang sejak dulu selalu memerangi unfair trade untuk baja impor khususnya dari China. Saya sudah cek dan tidak pernah ada produk finished goods (barang jadi) maupun produk baja dari China yang dicap Krakatau Steel. Jika ada hal seperti itu saya mendukung untuk pengusutan sampai tuntas karena berarti ada pemalsuan dan mencoreng nama baik Krakatau Steel,” tegas Silmy.

Krakatau Steel akan menindaklanjuti tuduhan ini dan terus melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

“Kami berharap hal ini dapat ditindaklanjuti dan kami akan bersikap kooperatif jika ada penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib dalam menemukan kebenaran,” pungkas Silmy.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Natsir menuduh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyelundupkan baja dari China. Aksi yang dilakukan oleh BUMN ini merugikan negara hingga Rp 10 triliun.

Natsir bercerita, saat menjadi ketua panitia kerja soal limbah, dirinya sempat melakukan kunjungan kerja ke Bekasi. Di sebuah pabrik peleburan besi, ia menemukan baja yang berasal dari China tetapi cap yang tertera adalah Krakatau Steel.

Dalam konteks ini, Krakatau Steel  seolah-olah memproduksi baja tetapi sebenarnya baja tersebut berasal dari China.

“Barang ini dari China, sudah dicap pakai Krakatau Steel ,” jelas dia di forum Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Kementerian ESDM, Dirut PT PGN, Tbk, Dirut PT Krakatau Steel (Persero), Dirut PT Krakatau Daya Listrik, Rabu (24/3/2021).

Dengan aksi yang dilakukan oleh BUMN ini maka keuntungan yang diperoleh adalah selisih harga. Ia melanjutkan, aksi ini tentu saja juga merugikan negara dengan nilai yang cukup besar.

“Ini harga selisih yang dinikmati Krakatau Steel dan pengemplangan pajak. Sekarang kasusnya sudah ada di Polda Metro, hampir Rp 10 triliun,” tandasnya. (ATN)

Tags: Impor BajaKomisi VII DPRKrakatu Steel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.