• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 8, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Selandia Baru, Negara Pertama di Dunia yang Terapkan UU Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
April 14, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Selandia Baru Sukses Memutus Penyebaran Covid-19

Kota Wellington, Selandia Baru. Ist

ASIATODAY.ID, WELLINGTON – Selandia Baru akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan undang-undang yang memaksa perusahaan melaporkan dampak perubahan iklim.

Selandia Baru ingin menjadi mencapai netral karbon pada tahun 2050. Otoritas menyatakan sektor keuangan perlu memainkan perannya.

“Bank, perusahaan asuransi dan pengelola dana dapat melakukan ini dengan mengetahui dampak lingkungan dari investasi mereka,” kata Menteri Perubahan Iklim James Shaw, dikutip BBC, Rabu (14/4/2021).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Legislasi diharapkan menerima pembacaan pertama minggu ini. “Undang-undang ini akan membawa risiko iklim dan ketahanan ke jantung pengambilan keputusan keuangan dan bisnis,” kata Shaw.

Sekitar 200 perusahaan terbesar di negara itu dan beberapa perusahaan asing yang memiliki aset lebih dari NZ $ 1 miliar (USD703 juta atau Rp 10,25 triliun) akan berada di bawah undang-undang tersebut.

“Menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang seperti ini berarti kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata dan membuka jalan bagi negara lain untuk mewajibkan pengungkapan terkait iklim,” kata Menteri Urusan Perdagangan dan Konsumen Selandia Baru David Clark.

Undang-undang akan memaksa perusahaan keuangan untuk menilai tidak hanya investasi mereka sendiri, tetapi juga untuk mengevaluasi perusahaan tempat mereka meminjamkan uang, dalam kaitannya dengan dampak lingkungan mereka.

“Sementara beberapa bisnis telah mulai menerbitkan laporan tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi bisnis, strategi dan posisi keuangan mereka, jalan masih panjang,” tambah Clark.

Setelah undang-undang tersebut disahkan, perusahaan harus mulai melaporkan dampak perubahan iklim pada tahun 2023. Bank semakin mendapat tekanan untuk meningkatkan upaya membantu memerangi perubahan iklim.

Pekan lalu, Duke of Cambridge mendesak bank-bank untuk “berinvestasi di alam” guna membantu memerangi perubahan iklim global.

Berbicara pada pertemuan IMF dan Bank Dunia, Pangeran William mengatakan bahwa melindungi alam terus memainkan peran kecil dalam memerangi pemanasan global.

“Kita harus berinvestasi di alam, melalui reboisasi, pertanian berkelanjutan, dan mendukung lautan yang sehat, karena melakukan itu adalah salah satu cara yang paling hemat biaya dan berdampak untuk mengatasi perubahan iklim,” katanya. (ATN)

Tags: Climate ChangePerubahan IklimSelandia Baru
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.