• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hadapi Ancaman Iran, Australia Gabung Koalisi Pimpinan AS

by Redaksi Asiatoday
August 21, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hadapi Ancaman Iran, Australia Gabung Koalisi Pimpinan AS

Ketegangan di Selat Hormuz. Ist

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Australia akan bergabung koalisi pimpinan Amerika Serikat demi menjaga kapal tanker minyak dan kapal barang dari ancaman yang ditimbulkan oleh Iran di Selat Hormuz.

Perdagangan komoditas global telah diguncang dalam beberapa bulan terakhir setelah serangkaian serangan terhadap kapal dagang internasional. Amerika Serikat menuduh Iran di balik serangan.

“Perilaku tidak stabil ini merupakan ancaman bagi kepentingan Australia di kawasan ini,” kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengutip Reuters, Rabu (21/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Pemerintah telah memutuskan demi kepentingan nasional, Australia bekerja dengan mitra internasional untuk berkontribusi. Kontribusi kami akan terbatas dalam cakupan dan akan terikat waktu,” katanya.

Morrison mengatakan Australia akan mengirim pesawat pengintai P-8A Poseidon ke Timur Tengah selama satu bulan sebelum akhir 2019, sementara kapal perang Australia akan dikerahkan pada Januari 2020 selama enam bulan.

Pengerahan kekuatan Australia akan memperluas upaya yang dipimpin AS untuk mengamankan selat Hormuz, yang terletak antara Oman dan Iran, setelah ketegangan meningkat antara Iran dan Barat.

Washington, yang sejauh ini merupakan kontingen angkatan laut Barat terkuat di Teluk, telah menyerukan sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam operasi penjagaan kapal tanker.

Namun, negara-negara Eropa, yang tidak setuju dengan keputusan AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran, enggan menandatangani misi yang dipimpin AS karena takut menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada 2018 menarik kesepakatan internasional untuk mengekang ambisi nuklir Iran.

Trump kemudian menerapkan sanksi luas pada bulan Mei yang dirancang untuk memblokir semua ekspor minyak Iran. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AustraliaIranQatar Charity
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.