• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Uni Eropa Target Pangkas Emisi CO2 Hingga 55 Persen di Tahun 2030

by Redaksi Asiatoday
April 23, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Parlemen Uni Eropa Dukung Penuh Partisipasi Taiwan di Forum WHO dan WHA

Parlemen Uni Eropa (UE). Ist

ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Uni Eropa (UE) menargetkan akan memangkas emisi CO2 hingga 55 persen pada tahun 2030.

Target baru yang ambisius itu ditujukan untuk mengekang perubahan iklim dan akan diperkuat secara hukum.

Di bawah undang-undang baru yang disepakati antara negara-negara anggota dan Parlemen UE, blok tersebut akan mengurangi emisi karbon setidaknya 55 persen pada tahun 2030, dibandingkan dengan tingkat tahun 1990.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Parlemen UE telah mendorong target pengurangan 60 persen yang lebih tinggi.

“Komitmen politik kami untuk menjadi benua netral iklim pertama pada tahun 2050 sekarang juga legal. Undang-Undang Iklim menetapkan Uni Eropa pada jalur hijau untuk satu generasi,” kata ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, dikutip dari BBC, Jumat (23/4/2021).

Kesepakatan itu muncul menjelang pertemuan puncak virtual para pemimpin dunia akhir pekan ini. Saat itu, Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengumumkan target iklimnya sendiri untuk tahun 2030.

Presiden AS Joe Biden, yang akan memimpin pertemuan tersebut, bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris di hari pertamanya menjabat dan sebelumnya telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.

Inggris, sementara itu, mengumumkan rencana radikal untuk mengurangi emisi karbon sebesar 78 persen pada tahun 2035 awal pekan ini, meskipun para pencinta lingkungan memperingatkan bahwa pemerintah secara konsisten gagal mencapai target sebelumnya yang ditetapkan oleh Komite Perubahan Iklim independen (CCC).

Undang-Undang Iklim Uni Eropa disepakati pada Rabu (21/4/2021), dini hari setelah pembicaraan berbulan-bulan. UU ini menetapkan batas pada tingkat penghilangan CO2 yang dapat diperhitungkan terhadap target 2030. UU juga memastikan bahwa negara-negara secara aktif menurunkan emisi daripada menghilangkannya dari atmosfer melalui hutan, misalnya.

Kesepakatan iklim Paris, yang ditandatangani pada 2016, bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 2C, dan sebaiknya dalam kenaikan maksimum 1,5C, untuk mencegah efek terburuk dari perubahan iklim. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonPerubahan IklimUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.