• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Leaders Meeting Hasilkan 5 Poin Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar

by Redaksi Asiatoday
April 25, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ASEAN Leaders Meeting Hasilkan 5 Poin Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar

ASEAN Leaders Meeting yang diikuti oleh 10 pemimpin negara di Asia Tenggara pada Sabtu (25/4/2021) di Jakarta. Dok Setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – ASEAN Leaders Meeting yang diikuti oleh 10 pemimpin negara di Asia Tenggara pada Sabtu (25/4/2021) di Jakarta menyepakati lima (5) poin konsensus sebagai langkah awal untuk mengakhiri krisis di Myanmar.

Ketua ASEAN Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan, sebagai keluarga ASEAN, para pemimpin negara telah berdiskusi secara mendalam tentang perkembangan terkini di Myanmar dan mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi di negara tersebut, termasuk laporan tentang kematian dan eskalasi kekerasan.

“Kami mengakui peran positif dan konstruktif ASEAN dalam memfasilitasi solusi damai untuk kepentingan rakyat Myanmar dan mata pencaharian mereka. Kami juga mendengar seruan pembebasan semua tahanan politik termasuk tawanan orang asing,” katanya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kelima butir konsensus tersebut yakni;

Pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.

Kedua, melakukan dialog konstruktif di antara semua pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi damai bagi kepentingan rakyat.

Ketiga, utusan khusus Ketua Asean akan memfasilitasi mediasi proses dialog dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre.

Kelima, utusan khusus dan delegasi tersebut akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menegaskan perkembangan situasi di Myanmar adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak boleh terus berlangsung.

“Kekerasan harus dihentikan dan demokrasi, stabilitas, dan perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan. Kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi prioritas,” tegas Presiden Jokowi dalam pernyataan pers di gedung Sekretariat ASEAN, seusai menghadiri ALM.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan pentingnya Pemimpin Militer Myanmar untuk memberikan komitmen. Permintaan komitmen yang pertama yakni penghentian penggunaan kekerasan dari militer Myanmar.

“Di saat yang sama, semua pihak harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan,” imbuh Presiden.

Permintaan komitmen yang kedua, proses dialog yang inklusif harus segera dimulai.

Menurut Presiden, tahanan politik di Myanmar harus segera dibebaskan dan utusan khusus Asean harus bisa mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar.

Ketiga, pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN. Presiden Jokowi menyebutkan bahwa para pemimpin ASEAN telah mencapai suatu konsensus. ALM kali ini merupakan pertemuan ASEAN tatap muka pertama kali sejak pandemi Covid-19 pada tahun lalu.

ALM diadakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta Selatan yang dihadiri seluruh pemimpin negara, kecuali Filipina, Laos, dan Thailand yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri.

ALM merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua ASEAN pada 23 Maret 2021 lalu, terkait penyelesaian situasi Myanmar. (ATN)

Tags: Krisis MyanmarKTT ASEAN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.