• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Berkecamuk di Myanmar

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Myanmar: Militer Makin Brutal, Korban Jiwa Sudah Capai 320 Orang

Rakyat sipil di Myanmar berupaya mengamankan diri dari tindakan represif junta militer. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perang berkecamuk di pos terdepan tentara Myanmar dekat perbatasan timur dengan Thailand, Selasa (27/4/2021) pagi, tepatnya di daerah yang sebagian besar dikuasai oleh pasukan tentara etnis Karen.

Kelompok Karen mengatakan, sebanyak 24.000 orang telah mengungsi akibat kekerasan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan udara oleh angkatan udara Myanmar, dan kini berlindung di hutan.

Persatuan Nasional Karen (KNU) menyatakan pihaknya telah merebut posisi militer setelah beberapa bentrokan paling sengit sejak kudeta 1 Februari yang menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pertempuran itu juga terjadi beberapa hari setelah para pemimpin Asia Tenggara mengatakan, bahwa mereka telah mencapai konsensus dengan junta militer untuk mengakhiri kekerasan.

Penduduk desa di seberang Sungai Salween di Thailand mengatakan, baku tembak hebat dimulai sebelum matahari terbit.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan api dan asap di lereng bukit berhutan. Pasukan KNU telah merebut pos terdepan sekitar pukul 5 pagi hingga 6 pagi waktu setempat, kata kepala urusan luar negeri kelompok itu, Padoh Saw Taw Nee seperti dikutip CNA Selasa (27/4/2021).

Dia mengatakan, kamp telah diduduki dan dibakar. Kelompok itu masih memeriksa korban tewas.

Juru bicara tersebut juga mengatakan telah terjadi pertempuran di lokasi lain tetapi tidak memberikan rincian. Pusat Informasi Karen, sebuah kelompok media lokal, mengatakan pangkalan militer telah dikuasai dan penduduk desa telah melihat tujuh tentara melarikan diri, namun pihak tentara Myanmar tidak segera berkomentar. Pusat pertahanan itu sebagian besar telah dikepung oleh pasukan KNU dan persediaan makanan menipis dalam beberapa pekan terakhir, menurut penduduk desa Thailand yang telah melakukan kontak dengan tentara tersebut.

Pasukan KNU juga bentrok di tempat lain dengan tentara Myanmar sejak mereka merebut kekuasaan dan menghentikan satu dekade reformasi demokrasi yang juga membawa perdamaian relatif di daerah perbatasan Myanmar yang bergejolak. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.