• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB: Kawasan Asia Dicengkram Perdagangan Narkoba, Kamboja Pusat Produksi Terbesar

by Redaksi Asiatoday
June 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
PBB: Kawasan Asia Dicengkram Perdagangan Narkoba, Kamboja Pusat Produksi Terbesar 1

Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) melaporkan kawasan Asia kini berada dalam ancaman peredaran dan perdagangan Narkotika dan Obat-obatan (Narkoba) berskala besar.

Pasalnya, pengedar narkoba di Asia Timur dan Asia Tenggara menemukan cara untuk menghindari pembatasan Covid-19 dan meningkatkan perdagangan dengan mendiversifikasi produksi.

Menurut PBB, Kamboja saat ini menjadi sumber metamfetamin atau sabu berskala besar. Perdagangan metamfetamin, yang merupakan jenis narkoba paling populer di kedua kawasan itu, mengalami gangguan jangka pendek selama puncak pandemi. Namun, perdagangan barang itu pulih ke tingkat yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Laporan PBB menyebutkan bahwa pihak berwenang di Asia telah menyita rekor hampir 170 ton sabu tahun lalu, atau naik 19 persen dari 2019.

“Disaat pandemi menyebabkan ekonomi global melambat, sindikat kriminal yang mendominasi kawasan dengan cepat beradaptasi dan memanfaatkannya,” kata Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Jeremy Douglas, Kamis (10/6/2021).

Dalam upaya untuk menghindari pembatasan Covid-19, kelompok kejahatan semakin banyak mengangkut narkoba melalui Laos, negara kecil berkembang dengan penegakan hukum yang buruk, ke pusat perdagangan tradisional di Thailand dan Vietnam.

Laporan tersebut mencatat munculnya produksi sabu skala besar di Kamboja, meskipun Douglas mengatakan hasil dari negara itu lebih kecil daripada pusat produksi obat-obatan terlarang yang masih berkembang di Negara Bagian Shan Myanmar, bagian dari Segitiga Emas yang juga mencakup bagian dari Thailand dan Laos.

“Sepertinya kejahatan terorganisir sedikit membatasi dan menggeser beberapa produksi sehingga tidak semuanya terkonsentrasi,” tutur Douglas kepada Reuters.

Harga grosir sabu menurun di Kamboja, Malaysia, dan Thailand karena lonjakan pasokan. UNODC sebagian mengaitkan kenaikan pasokan dengan kemudahan dalam memperoleh prekursor untuk memproduksi sabu dan obat-obatan lainnya.

“Pasokan obat-obatan sintetis seperti ekstasi, kanabinoid dan ketamin juga telah meluas di seluruh wilayah,” kata laporan itu. (ATN)

Tags: KambojaSindikat Narkoba AsiaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.