• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 4,4 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
June 17, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Situasi Global Rumit, Ekonomi Indonesia Bisa Tergilas Perang Dagang

Markas World Bank. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh hingga 4,4 persen di 2021.

Proyeksi itu didasari kondisi pandemi Covid-19 yang terkendali dan diikuti penguatan ekonomi dunia.

Dalam laporan World Bank bertajuk Indonesia Economic Prospects (IEP) yang dirilis Kamis (17/6/2021) disebutkan bahwa sentimen positif dari masyarakat dan peningkatan penjualan ritel pada triwulan II 2021 merupakan momentum pemulihan ekonomi Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Hal itu dinilai menjadi capaian positif lantaran pada triwulan I pertumbuhan konsumsi dan investasi melambat.

Kendati berada di dalam jalur pemulihan, Indonesia masih tetap dihadapkan dengan ketidakpastian. Hal itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang masih memiliki risiko tinggi, diikuti dengan munculnya varian delta baru.

“Mempercepat distribusi vaksin, memastikan testing yang memadai maupun diambilnya tindakan terkait kesehatan masyarakat lainnya, serta mempertahankan dukungan moneter dan fiskal yang kuat dalam waktu dekat dirasa sangat penting untuk mendorong pemulihan Indonesia,” terang Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen.

Sejalan dengan langkah itu, pemerintah Indonesia dipandang perlu untuk menjalankan agenda reformasi yang bisa memperkuat iklim investasi, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan ruang fiskal.

“Ini untuk pertumbuhan jangka panjang, dan akan menjadi penting untuk lebih lanjut membangun kepercayaan konsumen dan investor,” jelasnya.

Laporan tersebut menyerukan agar pemerintah Indonesia mengembangkan strategi fiskal jangka menengah dengan urutan pelaksanaan yang baik. Perencanaan yang jelas untuk meningkatkan penerimaan pajak dan ruang fiskal untuk belanja prioritas menjadi keniscayaan.

World Bank juga menyoroti tentang pentingnya menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dan mendorong kredit swasta untuk mendukung sektor riil sambil memantau kerentanan eksternal dan keuangan.

Selain itu, peran penting bantuan sosial yang memadai dalam upaya mengurangi risiko terkait kemiskinan yang meningkat perlu untuk terus dilakukan. Pasalnya, World Bank mendapati temuan, bila kebijakan bantuan sosial di 2020 terus berjalan di 2021, maka ada potensi untuk menjaga 4,7 juta masyarakat Indonesia tetap berada di luar garis kemiskinan.

Sementara itu ekonom utama World Bank untuk Indonesia Habib Rab menuturkan, Indonesia berpeluang untuk meningkatkan berbagai pekerjaan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan partisipasi perempuan dalam perekonomian.

“Indonesia telah mengurangi tingkat kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan upah tenaga kerja selama satu dekade terakhir. Tahap selanjutnya adalah menciptakan lapangan kerja kelas menengah yang lebih produktif, memperoleh upah yang lebih tinggi, dan memberikan manfaat sosial,” ujarnya.

“Sementara krisis berisiko memperberat tantangan ketenagakerjaan Indonesia, krisis ini juga menjadi peluang untuk mengatasi hambatan daya saing dan inklusi untuk menciptakan lapangan kerja kelas menengah dan memperkuat partisipasi perempuan dalam perekonomian,” jelas Habib.

World Bank juga merekomendasikan empat pilar strategi untuk mengatasi tantangan terkait pekerjaan.

Pertama yakni mengurangi risiko kehilangan pekerjaan dengan mempertahankan program retensi pekerjaan, bantuan sosial, pelatihan, dan program pelatihan ulang yang memadai hingga pemulihan ekonomi berjalan dengan lebih kuat.

Kedua, meningkatkan produktivitas dan pekerjaan kelas menengah dengan mendukung penguatan daya saing, investasi, dan perdagangan.

Ketiga, melengkapi tenaga kerja Indonesia untuk memiliki pekerjaan kelas menengah dengan berinvestasi dalam sistem pembelajaran dan pelatihan serta berbagai program untuk meningkatkan keterampilan pekerja.

Keempat, mendorong lebih banyak perempuan ambil bagian dalam angkatan kerja dan mengurangi kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan dengan berinvestasi pada perawatan anak dan lansia serta mendukung pengembangan sektor swasta dalam ekonomi yang berbasis pada perawatan (care economy). (ATN)

Tags: Pertumbuhan AsiaPertumbuhan EkonomiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.