• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bencana Ekologi Laut: Bangkai Penyu Bergelimpangan di Pantai Sri Lanka

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bencana Ekologi Laut: Bangkai Penyu Bergelimpangan di Pantai Sri Lanka

Satwa Penyu mati terdampar di Pantai Sri Lanka. Dok gasma.ik

ASIATODAY.ID, KOLOMBO – Insiden kebakaran kapal kontainer MV X-Press Pearl di lepas pantai Sri Lanka bulan lalu diduga kuat telah memicu terjadinya bencana ekologi laut di negeri itu.

Laut yang tercemar disebut sebagai penyebab utama kematian massal spesies Penyu di perairan Sri Lanka. Laporkan media lokal setempat, Jumat (18/6/2021), banyak satwa Penyu ditemukan mati bergelimpangan di pesisir pantai.

Kapal MV X-Press Pearl yang terdaftar di Singapura dengan mengangkut ratusan ton bahan kimia dan plastik, bulan lalu terbakar hebat selama dua pekan. Sejak 2 Juni, puing-puing kapal dan muatannya sebagian tenggelam di perairan laut Sri Lanka.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pejabat margasatwa mengatakan sejumlah bangkai Penyu lekang – spesies terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature – ditemukan di kawasan resor wisata Bentara, 80 km sebelah selatan Kolombo.

“Satu bangkai Penyu lagi terlihat di pantai Induruwa, tepat di selatan Bentara. Dengan temuan ini, jumlahnya bertambah menjadi 15 ekor yang ditemukan di sabuk resor wisata selatan,” kata sang pejabat.

Menurut pejabat yang menolak disebutkan namanya itu, bencana lingkungan itu terjadi saat puncak musim kawin Penyu.

“Kami melihat hubungan yang jelas dengan kapal terbakar dan kematian Penyu. Bukan hal yang aneh bagi beberapa Penyu untuk mati lemas dan mati selama musim kawin, tetapi kematian Penyu tahun ini antara 10 hingga 20 kali lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” kata pejabat senior satwa liar di selatan pulau itu.

Laporan media lokal mengatakan lebih dari 50 Penyu dan 8 lumba-lumba telah ditemukan mati di seluruh pulau sejak kapal terbakar pada 20 Mei.

Saat api menyebar, dua ledakan membuang beberapa kontainer ke Samudera Hindia, bersama dengan butiran plastik yang menyelimuti pantai terdekat.

Pejabat tinggi lingkungan negara itu, Anil Jasinghe, pada Kamis mengaitkan kematian satwa itu dengan X-Press Pearl, tetapi dia masih menunggu laporan otopsi akhir.

Sekitar 1.200 ton butiran plastik dan puing-puing lainnya yang diambil dari pantai disimpan di 45 kontainer pengiriman, kata para pejabat.

Otoritas Sri Lanka telah mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar USD40 juta atau setara Rp577 miliar dari operator kapal, X-Press Feeders.

Dilain pihak, para aktivis lingkungan menuntut secara hukum terhadap pemerintah dan manajemen X-Press Feeders karena dinilai gagal mencegah apa yang mereka sebut sebagai ‘Bencana Lingkungan Laut terburuk di Sri Lanka’, sementara polisi Sri Lanka telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap kapten kapal, kepala teknisi, dan kepala staf. (ATN)

Tags: Asia DisasterBencana EkologiKonservasi LautMV X-Press PearlSave OceanSpesies PenyuSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.