• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Revolusi Hijau di Inggris, Misi Dekarbonisasi Transportasi 2050 Resmi Diluncurkan

by Redaksi Asiatoday
July 17, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Awal Juni, Inggris Buka Seluruh Pertokoan dan Show Room Mobil

Kota London, Inggris. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mempelopori gerakan Revolusi Hijau melalui program dekarbonisasi transportasi sebagai komitmen untuk menekan emisi karbon.

Rencana dekarbonisasi transportasi domestik yang revolusioner pada tahun 2050 itu telah diumumkan oleh Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps pada Senin (14/7/2021).

Rencana tersebut memberikan ‘cetak hijau’ terdepan di dunia untuk mengurangi emisi dari laut dan langit, jalan dan kereta api, serta menetapkan jalur yang kredibel untuk seluruh sektor transportasi demi mencapai nol bersih pada tahun 2050.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Udara yang lebih bersih, masyarakat yang lebih sehat, dan puluhan ribu pekerjaan ramah lingkungan baru akan menjadi kenyataan berkat rencana dekarbonisasi transportasi revolusioner Inggris,” kata Shapps, dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (17/7/2021).

Menurut Shapps, transportasi bukan hanya bagaimana orang-orang bergerak, tapi juga sesuatu yang secara mendasar membentuk kota, perkotaan dan pedesaan, standar hidup dan kesehatan.

Shapps mengemukakan, dekarbonisasi bukan hanya proses teknokratis melainkan tentang bagaimana memastikan bahwa transportasi membentuk kualitas hidup dan ekonomi dengan cara yang baik.

“Ini bukan tentang menghentikan orang melakukan sesuatu, ini tentang melakukan hal yang sama secara berbeda. Kita masih akan terbang pada hari libur, tetapi dengan pesawat yang lebih efisien, menggunakan bahan bakar yang berkelanjutan. Kita masih akan mengemudi, tetapi mengemudi mobil yang lebih ramah lingkungan,” jelas Shapps.

Shapps mengatakan sebagai bagian dari visi ini, pemerintah Inggris hari ini mengumumkan niatnya untuk menghentikan penjualan kendaraan besar (heavy goods vehicles/HGV) baru berbahan bakar diesel dan bensin pada tahun 2040, tergantung pada hasil konsultasi.

Inggris juga sudah memiliki rencana untuk menghentikan penggunaan mobil dan van beremisi pada tahun 2035.

“Kedua hal ini mewakili janji global terdepan untuk menghapus semua kendaraan yang berpolusi dalam dua dekade ke depan,” tegas Shapps.

Dijelaskan, konsultasi yang sedang berjalan mengusulkan tanggal penghentian 2035 untuk kendaraan berat 3,5-26 ton, dan 2040 untuk kendaraan berat lebih dari 26 ton, atau lebih awal jika transisi yang lebih cepat tampaknya memungkinkan.

Menurut Shapps, rencana dekarbonisasi transportasi dibiayai oleh anggaran sebesar £2,8 miliar yang disisihkan untuk mendukung industri dan pengguna kendaraan bermotor beralih ke kendaraan yang lebih bersih.

Selain itu ada dana £2 miliar yang dijanjikan untuk meningkatkan dukungan bagi perjalanan aktif, seperti bersepeda dan berjalan kaki, untuk menjadikannya sebagai pilihan pertama bagi masyarakat.

“Rencana dekarbonisasi transportasi dibangun berdasarkan hal ini dengan menciptakan jaringan rel niremisi pada tahun 2050, memastikan emisi penerbangan domestik niremisi pada tahun 2040, dan memimpin transisi ke pelayaran yang ramah lingkungan,” papar Shapps.

“Rencana dekarbonisasi transportasi hanyalah permulaan, karena pemerintah akan membutuhkan upaya dan kolaborasi berkelanjutan untuk mewujudkan komitmen ambisiusnya, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui masyarakat yang lebih sehat sesuai tujuan pembangunan hijau Inggris,” tambah Shapps.

Secara terpisah, Greg Archer, Direktur grup kampanye transportasi hijau di seluruh Eropa mengatakan rencana ini merupakan tonggak pergeseran ke sistem transportasi Inggris yang lebih berkelanjutan.

“Keputusan untuk hanya menggunakan angkutan jalan tanpa emisi termasuk truk pada tahun 2050 adalah yang terdepan di dunia, dan akan secara signifikan mengurangi dampak iklim Inggris dan meningkatkan kualitas udara yang kita hirup,” jelasnya.

“Ini mendukung target penerbangan domestik niremisi di Inggris tahun 2040, meskipun masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi emisi penerbangan internasional,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate CrisisDekarbonisasiEmisi KarbonGreen TransportationInggrisRevolusi HijauUnited Kingdoms
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.