• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Menlu AS: Kami Bersama ASEAN Hadapi Arogansi China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
July 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menlu AS: Kami Bersama ASEAN Hadapi Arogansi China di Laut China Selatan

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. Dok

ASIATODAY.ID, HANOI – Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan sikapnya terkait stabilitas Laut China Selatan dan Indo Pasifik.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa AS menolak klaim maritim China yang ‘melanggar hukum’ di Laut China Selatan, dan mendukung negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menghadapi arogansi Beijing,

Pernyataan itu disampaikan oleh Blinken dalam konferensi video dengan para menteri luar negeri dari negara-negara anggota ASEAN pada Rabu (14/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“AS berdiri bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi paksaan China,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, seperti dikutip  Reuters.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan yang disengketakan melalui “sembilan garis putus-putus” berbentuk U yang dinyatakan secara sepihak, yang bersinggungan dengan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam, Malaysia, Brunei, Indonesia dan Filipina.

Selain Laut China Selatan, Sungai Mekong telah menjadi front baru dalam persaingan AS-China, dengan Beijing menyalip Washington dalam hal pengeluaran dan pengaruh atas negara-negara hilir karena kendalinya atas perairan sungai.

Price menyatakan, Blinken “menjanjikan dukungan AS yang berkelanjutan untuk wilayah Mekong yang bebas dan terbuka di bawah Kemitraan Mekong-AS”.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein berharap, pertemuan dengan Blinken dengan ASEAN menandakan “komitmen baru” untuk kerjasama multilateral AS di kawasan Asia Tenggara.

“Kami memahami, multilateralisme bukanlah fokus utama untuk pemerintahan sebelumnya, tetapi kerjasama multilateral Pemerintahan Joe Biden adalah perkembangan yang kami sambut baik,” kata Hishammuddin, seperti dilansir Reuters.

“Jalan ini adalah satu-satunya jalan ke depan untuk memastikan stabilitas, perdamaian, kemakmuran, dan keamanan bagi kawasan kami,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.