• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

NASA Temukan 2 Danau di Bawah Antartika, Terhubung dengan Sirkulasi Laut Global

by Redaksi Asiatoday
July 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suhu Bumi Naik, Gunung Es Terbesar di Dunia Terlepas dari Lapisan Antartika

Gunung es di Antartika. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan NASA mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan dua danau baru yang terkubur di bawah Lapisan Es Antartika. Danau yang ditemukan di bawah 1,5 mil es membentuk bagian dari jaringan luas saluran air bawah tanah.

Danau-danau ini dikatakan terus mengisi dan mengalir dalam siklus misterius yang dapat mempengaruhi seberapa cepat lapisan es bergerak dan bagaimana dan di mana air lelehan mencapai Samudra Selatan – proses kunci untuk sirkulasi laut global.

Pemimpin studi Profesor Matthew Siegfried, seorang ahli geofisika di Colorado School of Mines, mengatakan ini bukan hanya lapisan es biasa.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Ini merupakan sistem air yang terhubung ke seluruh sistem Bumi,” katanya sebagaimana dilaporkan Express.co.uk, Minggu (18/7/2021).

Sistem air di dasar lapisan es ini pertama kali ditemukan berkat bantuan misi ICESat NASA pada tahun 2003. Setelah menganalisis data, para ilmuwan menemukan bahwa variasi ketinggian es di Antartika Barat mencerminkan massa besar pergerakan air subglasial di bawah lapisan es.

Sebelumnya diyakini bahwa danau air lelehan tersembunyi ada dalam isolasi, terputus satu sama lain. Namun pada tahun 2007, para peneliti menemukan bahwa fluktuasi ketinggian permukaan es Antartika menandakan pergerakan air yang mengalir di antara jaringan danau subglasial yang tersembunyi, yang secara bergantian mengisi dan mengalirkan air sebelum airnya mengalir ke Samudra Selatan.

Sekarang, misi lanjutan ICESat – ICESat-2 – memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para ilmuwan tentang jaringan misterius tersebut.

Prof Siegfried menjelaskan, penemuan sistem danau yang saling berhubungan ini di antarmuka lapisan es yang menggerakkan air, dengan semua dampak pada glasiologi, mikrobiologi, dan oseanografi – itu adalah penemuan besar dari misi ICESat.

“ICESat-2 seperti memakai kacamata Anda setelah menggunakan ICESat, datanya sangat presisi sehingga kami benar-benar dapat mulai memetakan batas danau di permukaan,” katanya.

Studi baru tim mengumpulkan data dari ICESat-2 dan misi asli ICESat, bersama dengan pengukuran yang diambil dari CryoSat-2, satelit pengamat es yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA).

Dengan mempelajari data yang berkisar antara tahun 2003 hingga 2020, para peneliti dapat memantau danau subglasial yang aktif.

“Sistem ini tersembunyi di bawah hingga 2,5 mil es dan tetap menjadi salah satu ketidakpastian fisik utama pada proyeksi dinamika lapisan es di masa depan,” tulis peneliti.

“Altimetri laser ICESat-2 tidak hanya dapat memperpanjang catatan aktivitas danau subglasial, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses hidrologi dengan menangkap detail spasial yang lebih padat dan lebih presisi.” (ATN)

Tags: Benua AntartikaNASAPemanasan GlobalSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.