• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN tidak Legitimasi Rezim Junta Militer Myanmar

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Saatnya ASEAN Bersatu Hadapi Konflik Laut China Selatan

Komunitas ASEAN. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perkumpulan negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) tidak melegitimasi dan mengakui militer Myanmar sebagai pemerintahan yang sah di Myanmar setelah kudeta yang dilakukannya pada Februari lalu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Sidharto R. Suryodipuro mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers pada Rabu (4/8/2021).

Sidharto menegaskan, sejak kudeta yang terjadi pada 1 Februari lalu di Myanmar, ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) tidak menunjukkan pengakuan terhadap junta militer sama sekali.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Hal ini terlihat dari pembukaan dokumen Joint Communique yang biasa di awali dengan kata “Kami para menteri” diubah menjadi “Pertemuan ini”.

“Tidak ada pengakuan, minimal pengakuan formal terhadap status kehadiran para menteri,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ASEAN telah menunjuk Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam Erywan Yusof sebagai utusan khusus untuk urusan Myanmar. Meski sempat terjadi perdebatan alot, hal ini disepakati oleh seluruh anggota ASEAN, termasuk Myanmar.

Kesepakatan termaktub dalam poin ke-93 Joint Communique AMM ke-54 pada Senin, 2 Agustus.

Pengutusan Erywan ini mengemban misi utama untuk menengahi negosiasi antar pihak yang berseteru di Myanmar dan memastikan 5 Poin Konsensus yang disepakati pada Pertemuan Pemimpin ASEAN pada 24 April dilaksanakan.

Lima poin tersebut di antaranya harus menghasilkan penghentian kekerasan di Myanmar yang telah memakan ratusan korban dan memberikan akses bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar. (ATN)

Tags: AseanKrisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.