• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bencana Kemiskinan Mengancam 80 Juta Penduduk di Asia 

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021

Asian Development Bank (ADB). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan terbaru Bank Pembangunan Asia (ADB) mengungkap jutaan penduduk di kawasan Asia kini berada dalam bencana kemiskinan akibat pandemi Covid-19.

ADB bahkan menyatakan bahwa ini merupakan sebuah hambatan besar dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan hingga 2030 ke depan.

“Pandemi Covid-19 telah mendorong 80 juta orang di negara berkembang Asia ke dalam kemiskinan ekstrem tahun lalu,” demikian laporan ADB dikutip Kamis (26/8/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut ADB, angka tersebut bahkan bisa lebih tinggi mengingat ketidaksetaraan terjadi di banyak bidang seperti gangguan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan yang semakin dalam karena krisis Covid-19 mengganggu mobilitas dan menghentikan kegiatan ekonomi.

“Ketika dampak sosial ekonomi dari tanggapan terhadap virus terus berlanjut, orang-orang yang sudah berjuang untuk memenuhi kebutuhan berisiko terjerumus ke dalam kehidupan kemiskinan,” jelas ADB.

“Di antara ekonomi yang melaporkan di Asia dan Pasifik, yang mengacu pada 46 negara berkembang dan tiga negara maju anggota ADB, hanya sekitar satu dari empat yang mencatat pertumbuhan ekonomi tahun lalu.”

Kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi semakin meningkatkan tantangan untuk memenuhi tujuan pembangunan global yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015.

Anggota PBB dengan suara bulat meloloskan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang dikenal sebagai SDGs, pada tahun 2015.

SDG’sini mencantumkan beberapa blueprint -program-program pembangunan dari mengakhiri kelaparan dan ketidaksetaraan gender hingga memperluas akses ke pendidikan dan perawatan kesehatan. (ATN)

Tags: ADBSDGs 2030Sustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.