• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Ingatkan AS Mewaspadai Kebangkitan Kekuatan Militer China

by Redaksi Asiatoday
October 3, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Ingatkan AS Mewaspadai Kebangkitan Kekuatan Militer China

Kapal induk militer China, Shandong yang dikawal kapal-kapal perang di Laut China Selatan. Dok PLA

ASIATODAY.ID, TOKYO – Jepang memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk kebangkitan kekuatan militer China karena Beijing sekarang muncul sebagai raksasa teknologi global.

“Untuk membendung China, Jepang dan AS harus segera meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral,” kata Menteri Akuisisi, Teknologi dan Logistik Departemen Pertahanan Jepang, Suzuki Atsuo, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Rabu (29/9/2021).

“Kemunculan China sebagai raksasa teknologi berarti bahwa negara-negara demokratis seperti Jepang dan AS berada di ambang kehilangan dominasi teknologi,” kata Suzuki.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Suzuki menggambarkan kemampuan militer China saat ini sebagai “revolusi teknologi”, memuji kemajuannya dalam memanfaatkan teknologi sipil, akuisisi insinyur dan ilmuwan asing, serta dugaan pencurian teknologi.

Dengan pemikiran ini, Suzuki meminta Jepang dan AS untuk berinvestasi lebih banyak dalam penelitian dan pengembangan dan untuk memperkuat kerja sama mereka dalam membangun teknologi pertahanan yang lebih baik.

Bulang lalu, AS mengumumkan aliansi baru dengan Australia dan Inggris (AUKUS) untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia dalam langkah seperti yang diminta Suzuki.

Presiden AS Joe Biden menegaskan bahwa aliansi itu dibangun di atas gagasan untuk memperkuat kekuatan negara-negara yang berpartisipasi untuk bermanuver dan bertahan melawan ancaman yang berkembang pesat.

Presiden Biden juga menjelaskan bahwa aliansi AUKUS akan mencakup berbagi teknologi siber, artificial intelligence (
AI)—khususnya AI terapan—teknologi kuantum dan beberapa kemampuan bawah laut juga.” (ATN)

Tags: AUKUSIndo PasifikLaut China SelatanQuad
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.