• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Militer China Mulai Simulasi Penyerbuan Pantai di Dekat Taiwan

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Militer China Mulai Simulasi Penyerbuan Pantai di Dekat Taiwan

Latihan Militer China. Dok PLA

ASIATODAY.ID, BEIJING – Militer China mulai melakukan simulasi penyerbuan pantai di provinsi yang terletak tepat di seberang laut Taiwan, Senin (11/10/2021).

Surat kabar resmi People’s Liberation Army Daily, dalam laporan singkat di akun microblogging Weibo, mengatakan, latihan itu dilangsungkan “dalam beberapa hari terakhir” di bagian selatan Provinsi Fujian.

Latihan pendaratan itu melibatkan pasukan “pengejut”, pencari ranjau dan spesialis perahu, tambah surat kabar militer China.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Pasukan itu dibagi menjadi beberapa gelombang untuk merebut pantai dan melakukan tugas tempur pada tahap yang berbeda,” lanjut laporan itu, seperti dikutip dari CNA.

Beredar video tentara China di perahu kecil tengah menyerbu pantai, melemparkan granat asap, menerobos pertahanan kawat berduri, dan menggali parit di pasir. Latihan itu tampaknya hanya melibatkan sejumlah kecil pasukan.

Cuaca cerah dan laut tenang – menunjukkan bahwa latihan tidak dilakukan pada hari Senin, karena Fujian selatan saat ini sedang dipengaruhi oleh badai tropis yang melintas antara Taiwan dan Filipina.

Fujian akan menjadi situs peluncuran utama untuk setiap invasi China ke Taiwan karena kedekatan geografisnya.

China secara rutin melakukan latihan militer di atas dan di bawah pantai Fujian, serta di Laut China Selatan yang disengketakan. Taiwan sendiri telah mengecam apa yang disebutnya taktik koersif China terhadapnya dan mengatakan akan membela diri jika diserang.

Selama akhir pekan, Presiden China Xi Jinping bertekad untuk “menyatukan kembali” Taiwan, dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan tidak akan dipaksa untuk tunduk pada China.

Taiwan yang diperintah secara demokratis, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, telah mengeluhkan peningkatan tekanan militer dan politik dari Beijing untuk memaksanya menerima kekuasaan China, termasuk serangan massal angkatan udara ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.