• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Langkah AS Menyeret Taiwan ke Pusaran Perang adalah Bencana

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Ingatkan AS Mewaspadai Kebangkitan Kekuatan Militer China

Kapal induk militer China, Shandong yang dikawal kapal-kapal perang di Laut China Selatan. Dok PLA

ASIATODAY.ID, NEW YORK – China kembali menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk berhenti menyeret Taiwan dalam pusaran perang.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun menyerukan hal itu juga kepada komunitas internasional agar menghentikan langkah AS itu sebelum terjadi bencana.

Pada awal Oktober, Wall Street Journal melaporkan bahwa Marinir AS dan pasukan operasi khusus telah diam-diam melatih tentara Taiwan setidaknya selama satu tahun. Itu dilakukan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan agresi China.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

China dalam beberapa hari terakhir mengirim hampir 150 pesawat militer ke dekat Taiwan sementara AS dan pasukan sekutu lainnya melakukan latihan di Laut China Selatan.

“Beberapa negara, khususnya AS, mengambil tindakan berbahaya, membawa situasi di Selat Taiwan ke arah yang berbahaya,” kata Zhang saat jumpa pers.

“Pada saat ini, yang harus kita sebut adalah bahwa Amerika Serikat menghentikan praktik semacam itu. Menyeret Taiwan ke dalam perang, tentu saja, bukanlah kepentingan siapa pun,” kata dia sebagaimana dilaporkan Sputnik, Jumat (22/10/2021).

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng sebelumnya mengklaim bahwa Beijing mungkin mempertimbangkan untuk melakukan invasi skala penuh ke pulau itu pada tahun 2025. Pernyataan itu muncul setelah Beijing mengirim hampir 150 pesawat militer ke zona pertahanan udara Taiwan pada 1 Oktober.

Mengomentari latihan di dekat perbatasan dengan Taiwan, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan awal pekan ini bahwa latihan militer Beijing bertujuan untuk menjaga kedaulatan nasionalnya dan mencegah campur tangan asing dalam hubungan antara daratan dan pulau itu.

China melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Pulau itu telah diperintah secara independen dari daratan China sejak 1949 ketika sebuah partai nasionalis oposisi mundur ke sana selama perang saudara dan mendirikan pemerintahan. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.