• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Aset Bank Permata Indonesia Tembus Rp219 Triliun

by Redaksi Asiatoday
October 31, 2021
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Modal Rp30 Triliun, PermataBank Indonesia Resmi Jadi Bank BUKU IV

PermataBank. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk. (BNLI) membukukan pertumbuhan aset sebesar 31 persen yoy menjadi Rp219 triliun.

Realisasi tersebut mempertahankan posisi PermataBank di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia dari nilai total aset.

Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasananant, mengatakan salah satu pendorong pertumbuhan aset perseroan adalah penyaluran kredit juga tumbuh signifikan yakni 21 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 124,2 triliun pada akhir September 2021.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Lonjakan ini terutama terjadi pada pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45 persen yoy dan pertumbuhan KPR sebesar 23 persen yoy,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (31/10/2021).

Pada periode yang sama, Bank Permata mencatatkan laba bersih setelah pajak senilai Rp831 miliar pada kuartal III/2021. Laba tersebut meningkat secara signifikan sebesar 93 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp430 miliar.

“Nilai itu meningkat secara signifikan sebesar 93 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430 miliar,” jelas Chalit.

Dari sisi keuangan, simpanan nasabah tumbuh sebesar 23 persen yoy, terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28 persen. Kenaikan ini sejalan dengan strategi untuk fokus pada pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah.

“Hal ini untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA PermataBank naik menjadi 53 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, Bank Permata meningkatkan pendapatan operasional sebesar Rp7,5 triliun atau sebesar 17 persen yoy.

Pertumbuhan pendapatan operasional yang dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 28 persen. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal.

Tak hanya itu, laba operasional sebelum pencadangan juga tumbuh 28 persen yoy menjadi Rp3,5 triliun. Dibarengi dengan perbaikan Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi sebesar 88 persen.

Pada tahun lalu BOPO BNLI sebesar 92 persen yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, seperti perbaikan kualitas portofolio kredit. Kualitas portfolio kredit perseroan masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3 persen dan 0,9 persen, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8 persen dan 1,5 persen.

Chalit pun menjelaskan Bank Permata juga mencatat pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi. Di mana, Bank Permata dapat mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217 persen, hampir dua kali lipat dari rasio cakupan NPL tahun lalu sebesar 118 persen.

“Rasio permodalan bank adalah yang terkuat di antara 10 besar bank komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34 persen dan 26 persen. Hal ini menjadi key enabler bagi bank untuk mendorong pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun anorganik,” jelas Chalit.

Dia pun menutup dengan mengatakan Bank Permata terus memperkuat komitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediari secara efektif dan efisien dengan dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali.

“Menjadi bagian dari Bangkok Bank Group yang merupakan Bank Korporasi terkuat di Thailand, Bank Permata akan terus memperkuat branding position sebagai bank universal di Indonesia dan melakukan inovasi dan investasi yang berkelanjutan, baik dalam hal penawaran produk yang relevan maupun di bidang perbankan digital untuk memberikan layanan dan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan dan memuaskan bagi nasabah di segmen Ritel, SME, Komersial dan Korporasi,” tutup Chalit. (ATN)

Tags: Asia BankBank PermataIndustri Perbankan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.