• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Kelaparan Global, 45 Juta Orang Sedang Survive

by Redaksi Asiatoday
November 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Kelaparan Global, 45 Juta Orang Sedang Survive

Warga miskin berbagi makanan. Dok WFP

ASIATODAY.ID, ROMA – Krisis kelaparan global kian mengerikan.

World Food Programme (WFP) menyebutkan jumlah orang terancam kelaparan di 43 negara kini telah bertambah menjadi 45 juta, dalam estimasi terbaru per hari Senin, 8 November 2021. Lonjakan terjadi di tengah terjadinya krisis Covid-19 di sejumlah negara.

Angka 42 juta orang kelaparan tahun ini berasal dari penilaian terbaru di bidang ketahanan pangan. Setelah diperiksa lebih jauh, WFP menemukan adanya tambahan 3 juta orang terancam kelaparan di Afghanistan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Puluhan juta orang sedang menatap ke jurang kelaparan. Mereka sedang berjuang untuk bertahan hidup (survive). Konflik, perubahan iklim, dan juga Covid-19 mendorong angka kelaparan akut,” kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley, dilansir dari CGTN.

“Data terbaru menunjukkan ada lebih dari 45 juta orang yang terancam kelaparan,” sambungnya, usai menyelesaikan kunjungan ke Afghanistan.

Di sana, WFP sedang berusaha meningkatkan bantuan untuk sekitar 23 juta warga.

Beasley mengatakan, harga makanan, bahan bakar, dan juga pupuk di Afghanistan melonjak tajam. Ini terjadi karena banyak faktor, termasuk kekacauan berujung pergantian kekuasaan dari pemerintahan Ashraf Ghani ke kelompok Taliban pada pertengahan Agustus lalu.

Selain di Afghanistan, lanjut Beasley, krisis serupa juga masih terjadi di Yaman dan Suriah.

WFP mengatakan, harga yang harus dibayar untuk mencegah kelaparan global mencapai USD7 miliar, naik dari estimasi sebelumnya pada tahun ini di angka USD6,6 miliar.

“Keluarga-keluarga yang menghadapi kekurangan makanan terpaksa membuat keputusan berat, seperti menikahkan anak mereka lebih awal, menarik mereka dari sekolah, atau memberi mereka makan tak layak seperti serangga, daun-daun liar, atau kaktus,” sebut WFP.

Rentetan kekeringan di Afghanistan, ditambah krisis ekonomi, membuat banyak keluarga di negara tersebut berada di jurang kemiskinan. Sementara di Suriah, sekitar 12,4 juta warga tidak tahu harus mencari makanan ke mana lagi selain dari pasokan bantuan.

Berbasis di Roma, Italia, WFP yang merupakan salah satu agensi PBB mengatakan bahwa kelaparan akut juga terjadi di Ethiopia, Haiti, Somalia, Angola, Kenya dan Burundi. (ATN)

Tags: KelaparanWorld Food Programme
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.