• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Trump Berkicau, Miliarder Dunia Rugi Rp200 Triliun

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Trump Berkicau, Miliarder Dunia Rugi Rp200 Triliun

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sepuluh orang terkaya di dunia kehilangan total 14 miliar dolar AS lebih atau sekitar Rp200 triliun menyusul perang dagang yang terus berkecamuk antara Amerika Serikat dengan China. Hal itu terjadi ketika pasar saham Dow Jones anjlok pada 23 Agustus kemarin.

Saling balas tarif impor antara Donald Trump dan China membuat Dow Jones Industrial Average turun 623 poin pada penutupan pasar, menurut data Bloomberg Billionaires Index (BBI), seperti dikutip dari Sputnik, 26 Agustus 2019.

Kerugian finansial terbesar dialami oleh Jeff Bezos, pendiri dan presiden Amazon.com, yang kekayaannya saat ini diperkirakan mencapai US$109 miliar atau Rp1.553 triliun. Kekayaan Bezos turun sebesar US$3,35 miliar (Rp47,7 triliun), diikuti oleh kerugian sebesar US$1,79 miliar (Rp25,5 triliun) oleh pendiri utama Microsoft, Bill Gates.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

BBI juga melaporkan bahwa pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin masing-masing kehilangan US$4 miliar lebih atau sekitar Rp57 triliun. Daftar miliarder lain yang mengalami kerugian finansial besar termasuk ketua eksekutif Oracle Larry Ellison, investor Amerika Steve Ballmer, CEO perusahaan investasi Berkshire Hathaway Warren Buffett, pendiri Dell Technologies Michael Dell dan filantropis Amerika MacKenzie Bezos.

Penurunan tajam di pasar saham AS terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump berkicau di Twitter untuk mengumumkan janji balasan tarif impor China terhadap barang-barang AS dan memerintahkan perusahaan Amerika pergi dari China.

“Sejumlah besar uang yang dihasilkan dan dicuri oleh China dari Amerika Serikat, tahun demi tahun, selama puluhan tahun, akan dan harus berhenti. Perusahaan-perusahaan besar Amerika kami dengan ini diperintahkan untuk segera mulai mencari alternatif dari China, termasuk membawa perusahaan anda pulang dan membuat produk anda di AS. Saya akan menanggapi tarif China sore ini. Ini adalah peluang hebat bagi Amerika Serikat,” tulis Trump di Twitter.

Segera setelah kicauan ini, indeks Dow Jones turun 1,4 persen dan S&P 500 anjlok 44 poin.

Donald Trump sebelumnya berpendapat bahwa Dow Jones Industrial Average turun 573 poin sebelumnya hari itu terutama terkait dengan pengumuman bahwa Anggota Kongres Demokrat Seth Moulton telah menarik pencalonannya dari pemilihan presiden 2020.

Setelah Bursa Efek New York ditutup pada tanggal 23 Agustus, Trump mengumumkan putaran tarif baru terhadap China melalui Twitter yang akan mencakup tarif impor 30 persen untuk barang dan produk China senilai US$250 miliar atau Rp3.563 triliun mulai 1 Oktober.

Trump juga meningkatkan tarif awal atas impor China senilai US$300 miliar atau Rp4.276 triliun yang diperkenalkan pada awal Agustus dari 10 persen menjadi 15 persen.

Ini merupakan balasan Trump terhadap China atas tarif 10 persen dan 5 persen tarif impor yang dikenakan pada barang impor AS senilai US$75 miliar atau Rp1.069 triliun, termasuk gandum, jagung, minyak mentah, dan beberapa industri lainnya masing-masing mulai dari 1 September dan 15 Desember.

Perang dagang antara AS dan China telah meningkat sejak musim panas 2018, ketika Trump memperkenalkan tarif impor China US$50 miliar (Rp712 triliun) untuk memperbaiki defisit perdagangan yang ia klaim disebabkan oleh praktik perdagangan China yang tidak adil. (AT Network)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpDonald Trump JrMiliarder DuniaPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.