• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Xi Jinping Dukung Penuh ASEAN Bangun Zona Bebas Nuklir

by Redaksi Asiatoday
November 23, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Xi Jinping Dukung Penuh ASEAN Bangun Zona Bebas Nuklir

Presiden China, Xi Jinping saat memimpin Konferensi Tingkat Tinggi 30 Tahun Peringatan Kemitraan ASEAN-China, Senin (22/11/2021). Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Presiden China, Xi Jinping mendukung penuh upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) untuk membangun zona bebas senjata nuklir.

“China mendukung upaya ASEAN membangun zona bebas nuklir dan persiapan penandatanganan Protokol Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir di ASEAN sesegera mungkin,” kata Xi saat berbicara sebagai Ketua Konferensi Tingkat Tinggi 30 Tahun Peringatan Kemitraan ASEAN-China melalui video streaming dari Beijing, Senin (22/11/2021).

Xi menegaskan, perdamaian menjadi kepentingan bersama masyarakat di semua negara.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Kami memerlukan dialog daripada konfrontasi, membutuhkan kemitraan daripada aliansi. China dengan tegas menentang hegemonisme dan politik kekuasaan. China tidak akan pernah mencari hegemoni, apalagi menggertak negara-negara kecil,” ujar Xi.

Xi mengajukan lima usulan terkait kemitraan China dengan ASEAN pada masa-masa mendatang.

Kelima proposal itu adalah menciptakan perdamaian bersama, menciptakan keamanan bersama, menciptakan kesejahteraan bersama, menciptakan kenyamanan bersama, dan menjalin keakraban bersama.

Presiden Xi telah menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk membangun “perisai kesehatan bersama” di kawasan.

“China juga siap mendonasikan 150 juta dosis tambahan vaksin Covid-19 ke negara-negara ASEAN untuk meningkatkan cakupan vaksinasi,” ujarnya.

China juga akan menambah bantuan dana senilai USD5 juta atau Rp71,2 miliar kepada Covid-19 ASEAN Response Fund, meningkatkan produksi vaksin bersama, dan mengolaborasikan penelitian dan pengembangan obat-obatan dasar sehingga ASEAN bisa meningkatkan ketahanan diri.

China mengalokasikan dana USD1,5 miliar atau Rp 21,7 triliun untuk mendukung ASEAN mengatasi pandemi dan memulihkan perekonomian dalam tiga tahun mendatang.

Xi juga berjanji akan menaikkan nilai impor produk-produk berkualitas dari ASEAN, seperti produk pertanian, hingga mencapai USD150 miliar atau Rp 2,2 kuadriliun dalam jangka lima tahun mendatang.

“China akan meningkatkan kerja sama dengan ASEAN di bidang pendidikan vokasi dan diploma dengan menambah jumlah penerima beasiswa untuk pelajar dari ASEAN dan menggelar kegiatan kepemudaan, seperti jambore pemuda,” ujarnya.

Pada tahun depan, China akan menggelar Olimpiade Musim Dingin di Beijing dan Asian Games di Hangzhou yang menurut Xi akan menjadi peluang emas dalam peningkatan kerja sama olahraga antara negaranya dan anggota-anggota ASEAN.

Presiden RI, Joko Widodo turut menghadiri KTT khusus ASEAN-China ini. KTT ini dipimpin oleh Presiden Xi Jinping dan Sultan Hassanal Bolkiah selaku Ketua ASEAN.

KTT ini merupakan pertemuan ASEAN pertama yang dihadiri oleh Presiden Xi Jinping. Dan ini tentunya merupakan cerminan komitmen China untuk terus memajukan kerjasama dengan ASEAN.

Kerja sama ASEAN-China dimulai secara informal pada 1991 dan kemudian menjadi Mitra Wicara Penuh ASEAN (full Dialogue Partner) pada 1996.

China kemudian menjadi Mitra Wicara Strategis (Strategic Partnership) pada Oktober 2003 dan pada KTT ASEAN-China ke-24 pada 26 Oktober yang lalu, ASEAN-China telah menyepakati peningkatan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

Diharapkan peningkatan status kemitraan ini akan berdampak bagi penguatan kerja sama di berbagai bidang antara lain: kesehatan publik, integrasi ekonomi kawasan, clean energy, green agriculture, perubahan iklim, ekonomi digital, serta kerja sama people-to-people. (ATN)

Tags: ASEAN-ChinaSenjata Nuklir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.