• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Nikaragua Tinggalkan Taiwan dan Gabung ke China

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nikaragua Tinggalkan Taiwan dan Gabung ke China 1

Negeri Nikaragua, Amerika Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Nikaragua, Negara Amerika Tengah memutuskan untuk meninggalkan Taiwan dan memilih bergabung dengan China.

Keputusan Nikaragua tersebut membuat Pemerintah Taiwan sangat kecewa. Pasalnya, dengan keluarnya Nikaragua, kini hanya tersisa 14 negara dunia yang mengakui Pemerintahan Taiwan.

Menurut Taipei, keputusan Nikaragua yang kini dipimpin Presiden Daniel Ortega, diambil sepihak dan mengabaikan persahabatan keduanya yang berjalan hangat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami menyatakan rasa sakit dan penyesalan atas keputusan unilateral Nikaragua memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) dikutip dari siaran pers, Jumat (10/12/2021).

Kepemimpinan Ortega mengabaikan persahabatan erat antara warga Taiwan dan Nikaragua yang sudah melewati masa suka dan duka.

“Kami sangat menyesal melihat ini,” demikian MOFA.

Sementara itu, Dubes China untuk PBB, Zhang Jun memuji keputusan Nikaragua memutus hubungan dengan Taiwan.

“Kami mengapresiasi keputusan Nikaragua karena ini sejalan dengan trend zaman dan aspirasi masyarakat,” kata Zhang.

Zhang menegaskan, dengan situasi ini menunjukkan bahwa prinsip satu China sudah diterima secara luas dan di konsensus oleh komunitas internasional dan tidak memungkinkan adanya penolakan.

Prinsip satu China yang disebut Zhang adalah bagian dari pengakuan Negeri Tirai Bambu, Taiwan bagian dari negaranya.

“Setiap negara di dunia yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan China diminta untuk tidak mengakui Pemerintahan Taiwan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.