• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Negara di ASEAN Belum Bisa Bersaing di Level Asia dalam Sepak Bola

by Redaksi Asiatoday
January 2, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Negara di ASEAN Belum Bisa Bersaing di Level Asia dalam Sepak Bola

Thailand juara Piala AFF 2020. Dok AFF

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) dinilai belum memiliki kemajuan dan masih tertinggal dalam hal sepak bola, utamanya di level Asia.

Demikian pandangan pelatih Thailand, Alexandre Polking usai mengantar tim nasional Thailand menjadi kampium di Piala AFF 2020.

Title juara ini kian menegaskan posisi Thailand sebagai pemimpin di Asia Tenggara dengan koleksi enam gelar trofi Piala AFF.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut Polking, meski memimpin di Asia Tenggara, namun Thailand masih belum bisa berbicara banyak di level Asia.

Polking mengakui ada masalah yang harus dibenahi oleh Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya bila ingin lebih kompetitif di Asia.

“Saya tidak mengatakan buruk soal kawasan ini, tetapi memang liga masih harus diperbaiki. Thailand harus meningkatkan diri, harus punya liga lebih baik agar tim nasional lebih bagus.”

“Tingkatkan kualitas liga dan pembinaan usia muda. Hal itu yang harus dilakukan,” kata Polking dalam sesi konferensi pers, Sabtu (1/1/2022).

Polking memandang, permasalahan Thailand dan negara-negara lain di Asia Tenggara serupa.

“Liga Thailand harus lebih baik lagi, begitu juga Singapura, dan Indonesia. Itu yang harus dilakukan untuk meningkatkan diri.”

“Liga harus mengerjakan tugas mereka tetapi pemain juga harus main di luar negeri bila ada kesempatan. Kenapa tidak pergi ke Eropa dan mereka bisa memiliki kualitas lebih baik,” imbuh Polking.

Bermain di luar negeri kata Polking akan memberi dampak signifikan selagi kualitas liga domestik belum meningkat pesat.

Polking lalu menunjuk Chanathip Songkrasin sebagai salah satu contoh bagus pemain ASEAN yang berkarier di luar negeri.

“Liga, pembinaan usia muda adalah jawaban. Kalau tidak, pemain yang harus ke luar negeri. Pemain harus berani, mencari lawan yang lebih bagus dan rekan setim yang lebih bagus. Jadi kalau mereka kalah, mereka bisa belajar.”

“Kalian bisa lihat Jay Chanathip. Dia bisa membuat perbedaan dalam sebuah momen karena dia bermain di level yang berbeda. Banyak pemain bagus di Piala AFF, mereka harus pindah dan liga harus berbenah,” tandas Polking. (ATN)

Tags: AFFAsia FootballBola
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.